Suara.com - Ketua DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memastikan, hubungan partainya dengan partai koalisi pengusung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019 tetap baik.
Ferdinand menegaskan, ketidakhadiran perwakilan Partai Demokrat dalam rapat penting koalisi di rumah pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (7/9) karena tengah mengurusi persoalan Wakil Ketua Umum Roy Suryo.
Persoalan yang dimaksud ialah, Roy Suryo disebut belum mengembalikan 3.226 unit barang senilai Rp 9 miliar milik Kementerian Pemuda dan Olahraga, meski telah lama tak menjadi menteri lembaga tersebut.
"Hubungan Partai Demokrat dengan parpol koalisi lain itu baik ya. Ada pertemuan (koalisi) di Kertanegara, kami diundang ke sana. Tapi, kami ada rapat internal pada hari yang sama," ujar Ferdinand di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Minggu (9/9/2018).
Ia mengatakan, rapat internal yang membahas Roy Suryo memakan waktu lama, sehingga Demokrat tak bisa menghadiri rapat koalisi.
"Karena apa yang terjadi ke Pak Roy Suryo penting sekali harus diselesaikan dan dicarikan solusinya. Makanya kami rapat bersama Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono untuk mencari solusinya,” tuturnya.
Ferdinand menjelaskan, rapat persoalan Roy Suryo ini terbilang penting karena tak ingin perolehan suara pemilih Demokrat pada Pemilu maupun Pilpes 2019 tergerus.
"Karena kami khawatir persoalan Roy Suryo itu berimbas terhadap Partai Demokrat pada 2019," katanya. [Dwi Bowo Rahardjo]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan