Suara.com - Roy Suryo yang diduga belum mengembalikan 3.226 barang yang merupakan aset negara ketika masih menjabat sebagai Menpora era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono akan ditangani secara seksama.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan, Partai Demokrat akan memberi penjelasan terkait hal tersebut satu hingga dua hari kedepan.
Dirinya mengatakan, Partai Demokrat telah meminta agar Roy Suryo dan Kemenpora duduk bersama untuk membahas permasalahan tersebut.
"Kami sudah minta untuk menyelesaikannya dengan baik, duduk bersama Menpora. Cek satu per satu dan saya bekerja untuk itu dan teman-teman yang lain mudah-mudahan satu dua hari ini clear dan kami sampaikan ke publik," kata Hinca di kediaman Djoko Santoso, Jalan Bambu Apus Raya Nomor 100, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (8/9/2018).
Hinca mengatakan, jika pihaknya meminta agar Roy Suryo mendatangi Kemenpora dan memberikan penjelasan terkait hal tersebut.
"Yang kita minta itu mas Roy Suryo yang kesana, tapi kami minta mas Roy Suryo untuk menjelaskannya lebih tenang dan jelas agar tidak simpang siur. Mohon waktu satu dua hari ini mungkin mudah-mudahan bisa kita umumkan," jelasnya.
"Kami sedang tangani untuk itu supaya kita teliti apakah betul dan bagaimana detailnya. Kita dorong mas Roy Suryo untuk menyelesaikannya dengan baik. Demokrat akan menjelaskan kepada masyarakat dalam satu atau dua hari," Hinca menambahkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang