Suara.com - Sekelompok ulama di Tajikistan menyumbangkan uang sekedah jemaah masjid untuk merehabilitasi patung Vladimir Illich Lenin, pemimpin Revolusi Bolshevik 1917 yang memodernisasi Rusia serta negara-negara Eropa Timur di bawah bendera Uni Soviet.
Aksi simpatik para ulama di tajikistan selatan tersebut menarik perhatian media-media massa di Asia Tengah.
Stasiun Radio Ozodi yang dikutip BBC.co.uk, Jumat (7/9/2018), memberitakan para ulama dan imam di masjid-masjid kota Shahritus, merehabilitasi patung Lenin menggunakan uang sedekah jemaah.
Patung Lenin tersebut direhabilitasi agar bisa kembali ditempatkan di pusat kota itu. Dua tahun silam, 2016, patung itu sempat dirobohkan dan dihancurkan.
Setelah mendapat sumbangan dari kaum agamawan, para pekerja teknis mengecat ulang patung itu memakai warna emas. Tangan patung Lenin yang hilang juga kembali dibuat agar utuh.
”Itu adalah inisiatif dari para imam dan ulama sendiri. Memakai uang jemaah, mereka merehabilitasi patung Lenin, membersihkan taman di sekitar monumen, dan membangun air mancur,” kata Mehriniso Rajabova, anggota dewan kota Shahritus.
Satu imam masjid setempat kepada Radio Ozodi mengakui, tak bisa menyebutkan jumlah uang sedekah jemaah yang digunakan untuk merehabilitasi patung pemimpin tertinggi Partai Komunis Uni Soviet tersebut.
Namun, sang imam mengungkapkan, setiap masjid di Shahritus menyisihkan uang dari kotak amal senilai USD 100 untuk dikumpulkan sebagai dana rehabilitasi patung Lenin.
Kompleks patung Lenin di Shahritus, dibangun pada tahun 1980, saat Tajikistan masih menjadi bagian Uni Soviet. Patung Lenin itu menjadi yang tertinggi di daerah tersebut.
Baca Juga: April Jasmine Akui Punya Anak Kembar Repot, Tapi...
Tahun 1991, saat Uni Soviet terpecah, banyak patung bikinan Uni Soviet di Tajikistan dihancurkan. Namun, patung Lenin tersebut saat itu tak ikut dihancurkan karena dinilai memunyai kenangan historis.
Tapi, pada tahun 2016, pemerintah kota memunyai kebijakan untuk merobohkan patung Lenin untuk diganti dengan patung pahlawan nasional Tajikistan yang berasal dari masa pra-Uni Soviet.
Setelah dirobohkan, patung Lenin itu disimpan di sebuah pekarangan di desa Obshoron.
Rehabilitasi patung Lenin memakai uang jemaah masjid tersebut menimbulkan polemik. Pada satu sisi, terdapat kaum konservatif yang menilai aksi para alim ulama itu tak layak.
Namun, di lain sisi, banyak warga muslim yang memuji inisiatif kaum agamawan tersebut. Sebab, menurut mereka, Lenin merupakan tokoh yang ikut memodernisasi Tajikistan.
”Ya, para alim ulama itu melakukan hal yang benar. Kalau bukan karena Lenin, semua orang Asia Tengah termasuk Tajikistan masih buta huruf seperti di Afghanistan," tulis Muhojir, warga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat
-
Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat
-
Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time