Suara.com - Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan Jayamerta mengaku penyidik Polri ikut membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pemeriksaan dugaan pengrusakan barang bukti kasus suap impor daging sapi. Salah satu penyidik dari unsur Polri yang sudah diperiksa KPK terkait pengrusakan barbuk kasus itu adalah Komisaris Harun.
Adi pun menyebutkan jika dari hasil pemeriksaan internal KPK, Harun tak terbukti melakukan pengrusakan barang bukti.
"Itu terkait dengan pengawas internal. Pengawas internal Polri sudah bekerja sama dengan pengawas internal KPK. Dalam hasil pemeriksaan internal tidak ditemukan kesalahannya Pak Harun," kata Adi di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018).
Keterangan Adi soal kasus perusakan barang bukti penyidik Polri itu berbeda dengan pernyataan yang disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah.
Sebelumnya, Febri mengatakan, KPK saat ini kesulitan memeriksa kembali Komisaris Harun dan Ronald Ronaldy setelah dua mantan penyidik itu dipulangkan ke institusi Polri.
"Jadi kalau bukan lagi pegawai KPK, maka Direktorat Pengawasan Internal KPK akan sulit dan bahkan bisa dikatakan tidak bisa melakukan pemeriksaan, itu perkembangannya," ujar Febri, Selasa (9/10).
Febri mengaku tak mengetahui apakah institusi Polri tetap menindaklanjuti soal dugaan pelanggaran yang dilakukan Harun dan Ronald tersebut.
"Apakah ada tindak lanjut misalnya proses pemeriksaan di internal di kepolisian atau tidak, dan bagaimana hasilnya, tentu saja menjadi domain dari institusi kepolisian saat itu, di mana dua pegawai ini bertugas," Febri menambahkan.
Baca Juga: Kakak Istri Indro Warkop Punya Firasat Buruk Minggu Lalu
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser