Suara.com - Lelaki tua berusia 58 tahun berinisial SA, tega mencabuli bocah perempuan tetanggnya sendiri, dengan alasan sudah bertahun-tahun hasratnya tak tersalurkan lantaran sang istri sakit.
Alhasil, bocah perempuan berusia 8 tahun berinisial RA didampingi Jaringan Advokat Hak Anak dan Perempuan melaporkan kasus itu ke Polres Serang, Banten, Rabu (17/10).
Bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 SD tersebut diduga menjadi korban pencabulan oleh SA.
“Kejadian terakhirnya dua bulan lalu. Korban tidak mau bercerita karena diancam,” ujar Wahyudi dari Jaringan Advokat Hak Anak dan Perempuan seperti diberitakan BantenHits—jaringan Suara.com.
Berdasarkan pengakuan RA, sudah enam kali ia dicabuli SA dengan iming-iming akan diberikan sejumlah uang. Rumah pelaku dan RA hanya terpisah oleh tembok pembatas.
“Kalau cerita dari korban, semuanya dilakukan di kandang bebek,” ungkap Wahyudi.
R adalah anak piatu. Ia tinggal bersama bibinya setelah sang ibu meninggal saat ia baru berusia dua bulan. Sementara ayah R meninggalkan dirinya dan mempunyai istri baru di Jakarta.
Dugaan pencabulan tersebut diketahui saat kakek RA tak sengaja mendengar perbincangan teman sekolah cucunya yang menuturkan bahwa RA telah dicabuli SA.
Mendengar kabar itu, sang kakek langsung bertanya kepada RA. Setelah ditanya berkali-kali, RA mengakui telah dicabuli SA.
Baca Juga: Kecewa Jadi TSK, Ahmad Dhani : Ini Negara Cebong atau Pancasila?
“Ditanya oleh kakeknya, awalnya korban tak mau bilang, tapi setelah beberapa kali ditanya akhirnya korban berbicara,” ujar Wahyudi.
Kata Wahyudi, polisi kini menunggu hasil visum RA. “Visumnya belum dikeluarkan oleh RSUD, tapi proses hukum tetap jalan. Kami minta polisi cepat memproses karena dikhawatirkan pelaku kabur,” katanya.
Diduga, tindakan bejat SA dilakukan karena sudah beberapa tahun hasrat seksualnya tak tersalurkan karena istrinya sedang sakit.
Berita ini kali pertama diterbitkan Bantenhits.com dengan judul ”Bocah 8 Tahun di Kabupaten Serang Enam Kali Dicabuli Tetangga Sendiri”
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer