Suara.com - Calon Prabowo Subianto sempat kebablasan berkampanye pada acara Deklarasi Gerakan Emak-Emak dan Anak-Anak Minum Susu (Gerakan Emas), di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2018).
Pasalnya, acara tersebut bukan termasuk pada agenda kampanye Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.
Prabowo hadir dalam acara itu pukul 13.33 WIB, dan langsung menyapa emak-emak yang lama menantinya.
Saat berpidato, Prabowo sempat mengungkapkan temuannya bahwa anak-anak Indonesia kekurangan gizi akibat minimnya asupan protein.
Oleh karenanya, Prabowo mengajak seluruh emak-emak untuk membiasakan diri memberikan susu kepada anak-anaknya setiap hari.
Kemudian, Prabowo sempat berjanji kalau dia dan Sandiaga terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024, akan mendukung program Gerakan Emas ke seluruh desa di Indonesia.
"Insya Allah kalau Prabowo-Sandiaga terpilih, saya janji di hadapan rakyat Indonesia, bahwa saya akan melaksanakan gerakan ini sampai ke desa-desa," kata Prabowo saat pidato.
Seusai Prabowo menyampaikan janjinya, emak-emak di lokasi refleks meneriakkan nama Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
"Prabowo! Prabowo! Prabowo!," teriak emak-emak.
Baca Juga: Alasan Sakit, Bawaslu Gagal Periksa Ratna Sarumpaet
Namun, tim sukses Prabowo langsung menghampiri emak-emak meminta mereka berhenti meneriakkan nama capres.
Seuai kejadian tersebut, Prabowo kemudian melanjutkan pidatonya. Namun, belum selesai berpidato, Prabowo langsung dihampiri Hashim Djojohadikusumo yang tak lain adik kandungnya sendiri dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Terlihat Hashim membisikkan sesuatu kepada Prabowo.
"Kalau begitu cukup sekian. Saya mungkin tadi kebablasan. Tapi itu niat saya. Untuk mengangkat rakyat Indonesia menjadi sejahtera. Itu cita-cita saya sejak kecil. Selamat bekerja. Selamat bertugas untuk gerakan emas," pungkasnya.
Untuk diketahui, acara tersebut tersebut merupakan deklarasi Gerakan Emak-Emak dan Anak-Anak Minum Susu (Gerakan Emas). Dalam acara itu melibatkan kalangan ibu-ibu serta anak-anak.
Pasalnya, beberapa kegiatan yang dilakukan dalam acara itu berhubungan dengan kebutuhan ibu dan anak, seperti menimbang berat badan anak-anak, mengecek kesehatan ibu dan anak serta pembagian susu untuk ibu-ibu dan anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
Menlu Ikut Hadir di Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam, Beri Penjelasan RI Gabung BoP
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Ulang Paulus Tannos, Buronan e-KTP yang Nekat Ganti Identitas
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku