News / Nasional
Minggu, 11 November 2018 | 12:00 WIB
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai fokus menggarap Ekowisata Hutan. Destinasi yang disasar kali ini, Gede Pangrango.

Pengelola hutan nantinya diberikan Bimbingan Teknis. Kegiatan ini dilangsungkan 13-14 November 2018. Tepatnya di Lido Lake Resort dan Hutan Bodogol.

Bimtek Ekowisata Hutan akan menghadirkan narasumber yang kompeten, di antaranya Ketua Tim Percepatan Pengembangan Ekowisata, David Makes, Kepala Balai Besar Taman
Nasional Gunung Gede Pangrango Kementerian LHK, Wahju Rudianto, serta Konsultan Pariwisata dari British Council, Wiwien Tribuwani Wiyonoputri.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, mengatakan, potensi yang dimiliki Taman Nasional di sekitar Jawa Barat memang sangat besar. Setidaknya ada tiga taman Nasional yang merupakan ekowisata sekaligus prototipe bagi beberapa wilayah di Indonesia lainnya.

Tiga taman nasional itu adalah Gunung Ciremai, Gunung Gede Pangrango dan Gunung Halimun-Salak.

“Posisi Sukabumi sebenarnya menciptakan cross selling antara Jakarta dan Jawa Barat. Sudah sangat tepat menggelar Bimtek di Sukabumi, karena kemajuan ekowisata di Jawa Barat juga nantinya akan berdampak terhadap daerah lainnya,” katanya, Kamis (8/11/2018).

Ia menambahkan, pendekatan ekowisata adalah patokan yang paling bagus untuk Sustainable Tourism Development (STD), sebab hutan harus dilestarikan demi keberlanjutan.

"Pariwisata itu semakin dilestarikan, maka akan semakin mensejahterakan. Begitu juga terhadap ekowisata hutan kita. Hutan semakin lestari, maka masyarakat sudah dipastikan akan semakin sejahtera," kata Menpar.

Walaupun demikian, dia mengakui, pengembangan ekowisata itu tidak sama dengan turisme massal yang mengejar jumlah wisman. Ekowisata, kata dia, lebih mencari kualitas wisman dengan nilai-nilai tertentu.

Baca Juga: Pemandu Interpretasi Dikerahkan untuk Garap Ekowisata Hutan

"Kemenpar mengembangkan kedua konsep itu. Keduanya saling melengkapi, saling mendukung. Kita harus punya destinasi dengan mass tourism, kita juga terus mengembangkan atraksi untuk high end tourism," ujarnya.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Rizki Handayani, mengatakan, ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata berwawasan lingkungan. Dengan mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal, serta pembelajaran dan pendidikan.

“Jadi kita harus menjaganya bersama-sama untuk pariwisata berkelanjutan. Ini butuh kerja sama semua pihak. Menteri Pariwisata sering mengatakan, bahwa ini perlu kerja sama unsur penthahelix. Yakni akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media,” ujar Rizki.

Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menambahkan, mayoritas peserta Bimtek diisi oleh para pengelola kawasan lindung, seperti Taman Nasional dan Taman Wisata Alam.

"Mereka akan diarahkan harus pandai dalam menceritakan keistimewaan kawasan yang dikelolanya. Mana yang penting diusung menjadi tema interpretasi yang kemudian digali dan dikuasai pengetahuannya untuk diceritakan kepada pengunjung,” ujarnya.

Kiki melanjutkan, dengan terbatasnya waktu pengunjung, luasnya dan banyaknya sumber daya yang dimiliki kawasan lindung, tidak mungkin seorang pemandu interpretasi menceritakan semua hal kepada wisatawan.

Load More