Suara.com - Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman mengatakan tegaknya hukum dan sosok pemimpin yang adil sangat diperlukan di setiap negara. Dua poin penting tersebut diyakini dapat menjadi kunci dalam kemajuan bangsa.
Anwar mengatakan Indonesia memerlukan pemimpin yang mengerti dan menguasai konstitusi untuk menegakan keadilan. Hal itu dikatakanya dalam sebuah diskusi bertajuk 'Format Kepemimpinan Nasional dalam Prespektif Hukum' di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.
"Jadi artinya menjalankan pemerintahan sesuai dengan aturan hukum konstitusi di negara manapun kalau pemimpinya adil dan taat konstitusi, Insyaallah pemerintahan akan berjalan dengan baik," ujarnya, Kamis (15/11/2018).
Menurutnya, masyarakat akan bisa membedakan kineraja pemimpin yang adil dan taat konstitusi dan sebaliknya. Hal itu akan terlihat dari kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.
"Karena yang merasakan itu kan para pencari keadalian, para pencari keadilan ya rakayat rakyat ini," kata dia.
Saat ditanya mengenai kinerja pemerintahan di era kepemimpinan Joko Widodo atau Jokowi, Anwar enggan memberikan komentar. Pasalnya seorang hakim tidak boleh sembarang memberikan pendapat.
"Ada kode etik hakim di seluruh dunia apalagi di MK. kita tidak boleh memberikan penilaian terhadap pihak lain, ataupun keputusan hakim lain. Kita saja nggak boleh mengomentari putusan yang kita buat sendiri," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Dugaan Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta Resmi Dilaporkan ke Polresta Sleman
-
Prabowo Yes, Gibran Nanti Dulu, PAN Belum Tegaskan Dukungan Wapres Dua Periode
-
Bukan Mendadak! Juda Agung Ungkap Rahasia Tugas Wamenkeu yang Sudah 'Disiapkan' Sejak Jadi Deputi BI
-
Potret Harmonis Dwitunggal Jakarta: Saat Pramono Beri Pesan Menyentuh di Hari Bahagia Rano Karno
-
Tak Mau Kalah dari PKB, Giliran PAN Nyatakan Siap Dukung Prabowo 4 Kali di Pilpres
-
Usai Lakukan 2 OTT, KPK Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Pajak Kalsel dan Bea Cukai Jakarta
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
OTT Bea Cukai, KPK Ciduk 17 Orang dan Amankan Mata Uang Asing hingga Logam Mulia
-
6 Fakta Kasus Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta, Pelaku Diduga Anak Kades Bima
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang