Suara.com - Profesi pemimpin selama ini kerap diisi oleh sosok lelaki. Padahal perempuan juga memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Dalam perayaan Hari Anak Perempuan International 2018, 12 anak perempuan Indonesia mendapat kesempatan untuk mengambil alih posisi sejumlah pemimpin di berbagai institusi pemerintahan, BUMN, hingga lembaga internasional dalam kegiatan "Sehari Jadi Pemimpin".
Berbagai peran pemimpin yang diambil alih antara lain adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Komisaris PT Kereta Api Indonesia, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan lnformatika, Direktur Tindak Pidana Siber, sejumlah posisi di Kepolisian Resor Jakarta Pusat, hingga mengambil alih peran di Iembaga kemanusiaan nasional dan internasional, yakni, sebagai Deputy Country Representative dan Program Analyst For Youth Development and ASRH United Nation Population Fund (UNFPA), serta Direktur Eksekutif dan Direktur Program Yayasan Plan lnternational lndonesia (YPll).
Disampaikan Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan lnternational Indonesia, kegiatan 'Sehari Jadi Pemimpin' ini dihelat untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak perempuan agar setara dengan anak laki-laki.
"Sudah saatnya anak-anak perempuan menjadi bagian di tiap pengambilan keputusan dalam kebijakan publik,“ ujar Dini dalam temu media di Stasiun Gambir, Jakarta, Sabtu (13/10/2018).
Hal ini, kata Dini merujuk pada hasil riset yang dilakukan Yayasan Plan International bekerjasama dengan U Report yang menunjukkan bahwa ruang publik dan fasilitas umum di Indonesia masih belum sepenuhnya memenuhi hak anak, terutama anak perempuan.
Dalam kesempatan yang sama, Lala asal Bone yang mengambil alih profesi Direktur Tindak Pidana Siber menceritakan pengalamannya menjadi pemimpin sehari. Menurut Lala, kasus kekerasan terhadap perempuan harus mendapat perhatian secara mendalam.
"Sexting dan pedofilia masih menjadi kasus kekerasan pada anak perempuan yang harus diprioritaskan penanganannya sehingga perempuan yang jadi korban bisa dapat konseling untuk memulihkan kondisi," ujar Lala.
Tak hanya itu dari pengalamannya itu pula, Lala juga memberi rekomendasi pada pihak kepolisian untuk membuat aplikasi yang dikhususkan dalam pelaporan kasus kriminal secara online sehingga lebih aman bagi kaum perempuan yang menjadi korban.
"Aplikasi itu seharusnya bisa digunakan untuk pelaporan kasus cybercrime sehingga penanganannya bisa lebih cepat," tambah Lala.
Selain di Jakarta, Dini mengatakan perayaan Hari Anak Internasional 2018 juga dilakukan di wilayah area kerja Yayasan Plan lnternational Indonesia di Nagekeo, Lembata dan Soe pada 12-13 Oktober dengan melibatkan anak-anak perempuan dalam aktivitasnya, di antaranya dengan memberikan penghargaan kepada anak-anak perempuan yang aktif menyuarakan hak anak.
Baca Juga: Dituduh Nikah Setingan, Angel Lelga Ungkap Hal Ini
"Mereka juga akan melakukan diskusi dan audiensi dengan pemerintah di daerahnya masing-masing untuk menghasilkan rekomendasi demi terciptanya ruang yang aman untuk anak perempuan dan perempuan muda," tandas Dini.
Berikut nama kedua belas anak yang mengikuti program “Sehari Jadi Pemimpin”:
1. Eiffelyne: Kediri, Executive Director Yayasan Plan International Indonesua .
2. Ainun: Kepulauan Selayar, Program Director Yayasan Plan International Indonesra
3. Tiara: Bogor, Komisaris PT KAI
4. Freety: Bengkulu, Program Analyst for Youth Development and ASRH Program UNFPA
5. Jeivi: Halmahera Utara, Kasat Binmas Polres Jakpus 6. Shania: Pasuruan, Wakapolres Jakpus
7. Lala: Bone, Direktur Tindak Pidana Siber
8. Yola: Batam, Kasat Reskrim Polres Jakpus .
9. Ayes: Lembata, Deputy Country Representatlve UNFPA
10. Osin: Lembata, Menko Maritim
11. Zeno: Nagekeo, Sekjen Kominfo
12. Elfi: Lembata, Kanit PPA Polres Jakpus
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat