Suara.com - Ada cerita menarik saat Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi berkunjung menemuin petani Lampung di Pringsewu, Lampung, Sabtu (24/11/2018) sore. Saat itu, ada yang membisiki ke Jokowi, jika jalan di sana becek.
Sabtu sore itu memang tengah hujan. Jokowi mengatakan senang bisa bertemu degan petani di tengah sawah.
"Ya meskipun ada yang belum ditanami tapi ini di sawah kan,” ujar Jokowi.
“Tadi waktu menuju ke sini ada yang bisikin ke saya, “Pak awas Pak becek, Pak”, “Pak awas Pak becek, Pak”, ya saya biasa, saya wong ndeso. Biasa. Biasa sekali,” jelas Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia negara besar yang memiliki tantangannya serta masalah-masalah kompleks dan juga besar. Terkait masalah pertanian yang dihadapi, Presiden menyampaikan utamanya adalah air. Hal itu, sambung Presiden, bukan saja di Lampung, juga NTT, NTB, dan di provinsi yang lain.
“Kenapa air? Padahal kita ini hujan sering sekali, hujan banyak. Tapi memang waduk kita ini kurang, bendungan kita ini sangat kurang sekali. Coba dibandingkan, bandingkan,” tambah Presiden.
Saat dialog dengan petani, Jokowi mendengar permintaan agar ketersediaan pupuk tidak langka. Jokowi menyampaikan bahwa dirinya fokus mengurusi olahraga, Asian Games, politik dalam dan luar negeri sehingga untuk urusan pertanian tentu lebih baik para petani. Di akhir sambutan, Jokowi mengajak kepada semuanya baik gubernur, baik bupati, perangkat desa, semuanya serta masyarakat untuk bekerja keras bersama-sama. (Seskab)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?