Suara.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan indeks kepuasan jemaah haji Indonesia tahun 2018 masuk dalam kategori sangat memuaskan. Hal itu disampaikan Lukman saat rapat kerja bersama Komisi Vlll di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/11/2018).
Lukman menerangkan, berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap indeks kepuasan jemaah haji Indonesia di tahun 2018 menunjukan tingkat kepuasan mencapai angka 85,23 persen.
"Kita bersyukur tahun ini memasuki kategori sangat memuaskan yang dirasakan jemaah haji kita yang diukur BPS 85,23 persen. Ini pertama kali kategori sangat memuaskan," kata Lukman dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/11/2018).
Lukman berharap capaian tersebut dapat dipertahankan pada masa haji di tahun 2019. Selain itu, Lukman juga berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan kualitas pelayaan terhadap jemaah haji.
"Mudah-mudahan ini bisa dipertahankan di tahun 2019. Kemudian jemaah haji bisa mendapatkan pelayanan yang terus membaik kualitasnya dari waktu ke waktu," kata dia.
Sementara Anggota Komisi VIII DPR Achmad Mustaqim mengapresiasi atas capain Kementerian Agama tersebut. Kendati begitu, Achamd menilai perlu juga adanya perbaikan bagi penyelenggaran haji untuk menekan angka kematian jamaah haji serta perbaikan dalam klaim ansuransi.
"Evaluasi pertama 81,52 persen sampai sekarang jadi capaian tahun yang tinggi. Tentunya kini tinggal hal kecil dan detial terkait jumlah wafat dan korelasinya dalam klaim asuransi," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Duduk Perkara Pengeroyokan Tersangka Pelecehan Seksual di Polda Metro Jaya, 4 Orang Ditangkap!
-
WFH Tiap Jumat Jadi Jurus Hemat Energi Indonesia, DPR: Ini Strategi Hadapi Krisis
-
Hikmahanto: Rencana Kirim Pasukan ke Gaza Harus Dikaji Ulang Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
-
BI Sebut Temuan Uang Palsu Rp100 Ribu di Parung Berkualitas Rendah: Cukup Cek Pakai Metode 3D
-
Gelar Aksi, Pemuda Antikorupsi Desak KPK Segera Panggil Bos Agrinas Terkait Impor Mobil Pikap
-
Kutip Hamkke Gamyeon Meolli Ganda, Prabowo Tegaskan Persahabatan dan Masa Depan Bersama RI-Korsel
-
Penasaran Harta Terbaru Prabowo-Gibran? KPK: Sudah Lapor dan Bisa Dicek Publik!
-
Dapat Semangat Prabowo, Mahasiswa Indonesia di Korea: Memotivasi Saya Berkontribusi bagi Indonesia
-
Modal Uang Print Biasa, Begini Cara Dukun Gadungan Mahfud Jerat Korban Penggandaan Uang di Bogor
-
KPK Tetapkan 2 Pengusaha Tersangka Kasus Haji, Bantahan Gus Yaqut di Ujung Tanduk?