Suara.com - Tim SAR Mataram terus melakukan pencarian 7 anak buah kapal (ABK) KM Multi Prima I yang tenggelam di perairan Pulau Kapoposang Bali, utara perairan Pulau Sumbawa NTB. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, I Nyoman Sidakarya menuturkan area pencarian terus diperluas hingga ke perairan Makassar.
Tim SAR Makassar juga turut membantu proses pencarian 7 ABK KM Multi Prima I. Kekinian kata Nyoman, Tim SAR Makassar tengah bergerak dengan menggunakan kapal RIB dari pos SAR Pulau Selayar.
"Proses pencarian oleh kapal Basarnas Mataram, mengarah ke Timur Laut ke perairan Makassar dan potensi yang bergerak kapal nelayan Polo Sumbawa," tutur Nyoman saat dihubungi Suara.com, Rabu (28/11/2018).
"Dari Makasar juga mengerahkan RIB dari pos SAR Pulau Selayar," imbuhnya.
Untuk diketahui, KM Multi Prima I tenggelam di sekitar perairan Pulau Kapoposang Bali, utara perairan Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (24/11/2018) pekan lalu. KM Multi Prima I tersebut dilaporkan membawa 14 Anak Buah Kapal (ABK), tujuh ABK kapal bisa dievakuasi dalam keadaan selamat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar
-
Berduka dari Abu Dhabi, Megawati Kenang Kesederhanaan Keluarga Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini