Suara.com - Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Meli Budiastuti mengatakan, telah menyediakan 1.430 rumah susun sewa (rusunawa) untuk warga yang direlokasi. Saat ini, rusunawa itu dalam keadaan kosong dan siap dihuni.
Meli mengakui, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pimpinan wilayah mengenai kebutuhan rusunawa untuk warga relokasi. Kapanpun dibutuhkan, Meli menegaskan ribuan unit rusunawa dalam keadaan siap huni.
"Kalau seandainya mau direlokasi, ada unit-unit rusunawa yang kosong untuk menampung warga-warga yang siap direlokasi kami siap saja," kata Meli saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2018).
Meli menjelaskan, ada beberapa rusunawa yang tersebar di berbagai wilayah yang siap menampung warga. Rusunawa ini hanya diperuntukkan bagi warga dengan KTP DKI Jakarta yang direlokasi dari tempat tinggalnya.
Nantinya, warga akan diarahkan untuk menempati rusunawa terdekat dari tempat tinggal mereka. Sehingga, tidak akan mengganggu aktivitas warga meski telah direlokasi.
"Untuk saat ini, ada sekitar 500an di Marunda 200 unit, Cakung Barat 100 unit, Bekasi jalan km 2 100 unit, Setelah itu Pinus Elok 70 unit," ungkap Meli.
Sementara untuk warga relokasi yang tak memiliki KTP DKI Jakarta maka tidak bisa menempati rusunawa milik Pemprov DKI. Pasalnya, program rusunawa khusus untuk warga DKI saja.
"Mohon maaf karena permintaan masih tinggi pasti ya kita prioritaskan masyarakat Jakarta," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka