Suara.com - Tim penyidik Polri akan memeriksa 4 saksi ahli dalam kasus penghinaan yang diduga dilakukan penceramah Habib Bahar bin Smith. Pemeriksaan tersebut akan dilakukan di Bareskrim Polri.
Karopenmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedy Prasetya menerangkan, pemeriksaan empat saksi ahli dilakukan hari ini.
"Empat saksi akan diperiksa hari ini. Intnya mereka dari ahli pidana, ahli ITE, dan Ahli bahasa, " ujar Dedy saat dihubungi Suara.com, Senin (3/12/2018).
Meski demikian, Dedy belum dapat memastikan apakah proses pemeriksaan saksi ahli sudah berlangsung atau belum. Keempat orang tersebut menambah daftar saksi yang telah diperiksa Bareskrim Mabes Polri dan Polda Sumsel.
"Ada beberapa tempat tidak cuma di Bareskrim saja. Kan tim penyidiknya gabungan, sama Polda Sumsel karna lokus dan tempusnya ada di Sumsel jadinya di bagi," kata dia.
Dedy berharap pemeriksaan saksi ahli dapat membantu proses penyidikan yang tengah berlangsung. Pihak kepolisian juga akan terus menggali keterangan dari pihak lain.
Total saksi yang sebelumnya sudah diperiksa sebanyak 11 orang. Mereka diperiksa di beberapa tempat berbeda.
Sebelumnya Pengkotbah sekaligus tokoh FPI Bahar bin Smith dilaporkan ke polisi terkait dugaan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo atau JOkowi. Habib Smith dipolisikan oleh dua elemen berbeda, yakni Jokowi Mania dan Cyber Indonesia karena menyebut Jokowi Banci saat menyampaikan ceramah.
Baca Juga: KPK Curigai Ada Aliran Duit Haram Dalam Revisi Perda Tata Ruang di Bekasi
Berita Terkait
-
Ujaran Jokowi Banci Habib Bahar, Polisi Periksa 11 Saksi
-
Ujaran Jokowi Banci, Ini yang Dilakukan Polisi Setelah Habib Bahar Mangkir
-
Gara-gara Banyak Alamat Rumah, Habib Bahar Smith Gagal Diperiksa Polisi
-
Kasus Ujaran Jokowi Banci, Polisi Cari Habib Bahar ke Alamat Lain
-
Mabes Polri: Alamat Rumah Habib Bahar bin Smith Banyak
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Evaluasi MBG dan Krisis Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Dudung Akui Program Perlu Ditata Ulang
-
Klaim Perdamaian Baru Versi Trump: Iran Setuju, Hormuz Dibuka, Nuklir Dibatasi
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis