Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan akan mengunjungi lokasi korban terdampak bencana tsunami Selat Sunda, di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung pada 2 Januari 2019.
"Sampai Senin (31/12/2018) malam, jadwal tersebut beliau (Presiden Jokowi) positif hadir," kata Kepala Seksi (Kasi) Operasi Korem 043/ Gatam, Letkol Arh Faris Kurniawan saat dihubungi teleponnya di Bandarlampung, Senin malam.
Menurut dia, untuk pengamanan, pihaknya mengerahkan sebanyak 1.400 personel dari gabungan TNI-Polri. Personel yang diturunkan di luar dari pelaksanaan operasi kemanusiaan di lokasi bencana.
"Sudah menjadi prosedut tetap (Protap) dan sudah kita laksanakan. Untuk personelnya beda, personel yang operasi kemanusiaan tetap berlanjut," katanya seperti dilansir dari Antara.
Selain seribuan personel tersebut, pihaknya juga mengerahkan sniper sebanyak 20 personel. Sniper akan ditempatkan di lokasi kunjungan Presiden.
"Masing-masing di lokasi kegiatan dan tempat-tempat tetap, kita menempatkan sniper. Presiden rencana akan menghadirkan kunjungan selama satu hari," ujar Faris.
Berita Terkait
-
Doa untuk Korban Gempa dan Tsunami dari Panggung Utama Perayaan Tahun Baru
-
Prabowo Selalu Diserang Isu Penculikan dan HAM Setiap 5 Tahun
-
Isi Malam Tahun Baru di Pinggir Laut, Rizal Armada : Bismillah Aja
-
7 Hari Terdampar Sendirian di Pulau Usai Tsunami, Agus Hidup karena Biji
-
Ke Rumah Ma'ruf untuk Berikan Dukungan? Lily Wahid: Saya Pikir itu Otomatis
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka