Suara.com - Sandiaga Uno tak menyangka saat mendengar Maruf Amin berbicara soal alasannya mau menjadi Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo.
Maruf Amin menyebut kalau Capres nomor urut 01 Joko Widodo tidak pernah melakukan penculikan hingga membunuh orang.
Sandiaga terkejut saat mendengar alasan Maruf Amin mau mendampingi Jokowi karena selama kepemimpinannya Jokowi tidak pernah melakukan penculikan, menghina apalagi membunuh orang.
"Astaghfirullahaladzim, dalam situasi ini kita ingatkan semua untuk menghargai proses demokrasi. Kami ingin diskursus fokus di ekonomi. Semua yang di luar diskursus menurut kami upaya untuk membawa pilpres ke arah pecah belah," kata Sandiaga di Masjid At-Taqwa, Jalan Sriwijaya Raya, Jakarta Selatan, Senin (31/12/2018).
"Kita fokus di ekonomi apakah negeri ini sudah dikelola baik, apakah fokus pembangunan ini sudah menghadirkan sejahtera buat rakyat. Biaya hidup pekerjaan dan lain-lain," Sandiaga menambahkan.
Terkait dengan penculikan, Sandiaga teringat kepada isu penculikan HAM yang seringkali dikaitkan dengan Prabowo. Menurutnya isu tersebut sering di daur ulang setiap lima tahun.
"Ini isu yang recycle tiap lima tahun pak Prabowo baru juga kita diskusikan juga. Pak Prabowo selalu diserang dengan isu-isu yang muncul tiap 5 tahun. Sama sekali kita hormati perkataan Pak Kyai, tapi masyarakat lebih bisa menilai," pungkasnya.
Untuk diketahui, Maruf Amin mengungkapkan salah satu alasan dirinya mau menjadi Calon Wakil Presiden nomor urut 01 mendampingi Jokowi, karena Jokowi selama menjadi presiden tak pernah menculik, menghina, ataupun membunuh orang.
Hal ini dikatakan Maruf Amin dalam acara doa bersama untuk korban bencana tsunami Selat Sunda, di Pondok Pesantren Malnu, Menes, Pandeglang, Banten, Sabtu (29/12/2018).
"Mana ada beliau (Jokowi) menculik orang, menganiaya orang, enggak pernah membunuh orang, enggak pernah," ujar Maruf Amin.
Menurutnya, Jokowi selama menjadi Presiden ke-7 RI selalu menerapkan kebijakan-kebijakan yang positif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG