Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno sempat mendapat curhatan dari Ibu Nanik, yang rumahnya habis dilahap si jago merah di Jalan Tambora Raya, Jakarta Barat, Kamis (10/1/2018). Perempuan 58 tahun itu langsung memeluk Sandiaga saat Cawapres pendamping Prabowo Subianto itu tiba di depan rumahnya yang tinggal tersisa puing-puing.
Sambil menangis, Nanik mengatakan kalau rumahnya sudah habis terbakar.
"Rumah saya ludes semua," kata Nanik kepada Sandiaga.
Sandiaga saat itu langsung turut memeluk Nanik dan mengelus pundaknya. Dirinya sempat bertanya soal kondisi keluarga Nanik usai kejadian.
"Ini rumah ibu? Selamat semua?," tanyanya.
Nanik pun menjelaskan kalau rumah tersebut dihuni oleh dirinya beserta anak dan cucu. Ibu yang tengah mengenakan kerudung hitam itu mengatakan sudah mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, saat itu Nanik sempat meminta diberikan rumah baru.
"Minta dijadiin rumah saja, pak," ujar Nanik.
Permintaan itu kemudian dijawab oleh Calon Anggota Legislatif DPRD Dapil IX Partai Gerindra Inggard Joshua yang turut mendampingi Sandiaga meninjau lokasi kebakaran di Jalan Tambora Raya, Jakarta Barat.
"Iya nanti kita ngomong sama pak Rustam (Wakil Walikota Jakarta Barat) sama dinas perumahan," kata Inggard.
Baca Juga: Kenakan Seragam PNS, Miswato Tewas Gantung Diri di Kantor
Usai berdialog dengan Nanik, Sandiaga langsung memimpin membacakan doa untuk Nanik beserta keluarga. Setelah itu Sandiaga melanjutkan dengan melihat rumah-rumah lainnya yang juga hangus terbakar.
Untuk diketahui, kebakaran tersebut terjadi pada Kamis (3/1/2019) sekitar pukul 16.24 WIB. Api menghanguskan rumah hingga 3 RT, yakni di RT 04, 05, dan 07. Diduga penyebab kebakaran berasal dari konsleting.
Kebakaran itu menghabiskan 30 rumah dan 180 warga kehilangan rumahnya. Kini para korban yang telah kehilangan rumahnya harus mengungsi di halaman Kantor Kelurahan dan Gereja Kristen Jakarta setempat.
Berita Terkait
-
Tinjau Lokasi Kebakaran di Tambora, Sandiaga Disambut Pekik Takbir
-
Jika Terpilih, Sandiaga Fokus Bangun Infrastruktur Pertanian dan Pedesaan
-
Kubunya Terseret Skandal Hoaks Surat Suara Tercoblos, Sandiaga Santai
-
Lafaz Allah di Jidatnya Jadi Perdebatan, Sandiaga: Saya Gak Nyadar lho
-
Jelang Debat Perdana, Ini Pembagian Materi Prabowo dan Sandiaga
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Jokowi Tak Ambil Pusing Soal Penahanan Roy Suryo dan dr Tifa, Kuasa Hukum Sentil Dugaan Intervensi
-
Viral Dugaan Mahasiswa UBK Terima Suap, Muncul Pengakuan Soal Dana Rp 20 Juta dan Nama 'Kapolda'
-
1.273 Personel Gabungan Amankan Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini
-
Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu