Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno ikut menanggapi wacara pemerintah terkait diwajibkan bagi penonton menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pemutaran film di bioskop. Namun, Sandiaga meminta jika hal tersebut diterapkan harus dikaji dengan matang.
"Tapi alangkah baiknya kalau kebijakan itu disuarakan harus dengan pemikiran perencanaan yang matang, sosialisasi yang baik, dan akan memakan waktu yang cukup untuk sosialisasi terutama kepada warga," ujar Sandiaga di SMA Pangudi Luhur I, Jakarta Selatan, Sabtu (2/2/2019).
Meski demikian, Sandiaga meminta pemerintah tidak tergesa-gesa jika ingin menerapkan kebijakan tersebut. Menurutnya, tidak tepat jika diterapkan di masa kampanye Pemilu 2019.
"Jangan sampai ujuk-ujuk, grasa-grusu, akhirnya menimbulkan polemik, karena kita sekarang ada di titik yang semuanya terpolitisasi dan menurut saya sudah masuk yang ke tahap tidak sehat," terangnya.
Imbauan tersebut sebelumnya dikeluarkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Surat imbauan tersebut bernomor 1.30.1/Menpora/1/2019 tentang Aktivitas Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Sebelum Pemutaran Film.
Dalam surat yang ditandatangani oleh Menteri Imam itu diminta kepada para pengelola bioskop untuk menayangkan lagu Indonesia Raya dan menyanyikannya bersama para penonton sebelum film dimulai. Pihak Kemenpora menganggap hal tersebut mampu membangkitkan jiwa nasionalisme para penonton.
Meski demikian, imbauan tersebut kekinian sudah dicabut oleh Kemenpora . Alasannya karena menimbulkan kegaduhan.
Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto menjelaskan, imbauan Menpora Imam Nahrawi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum nonton bioskop dicabut karena menimbulkan kontroversi. Sehingga hari ini imbauan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum nonton bioskop itu dicabut.
Baca Juga: Heboh 'Yang Gaji Ibu Siapa', Titiek Soeharto: Menkominfo Kekanak-kanakan
"Betul sudah dicabut," kata Gatot saat dihubungi, Jumat (1/2/2019).
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan