Suara.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyampaikan permohonan maaf jika kepemimpinannya selama ini dianggap kurang memuaskan di masyarakat. Hal ini disampaikan Soekarwo di acara Mohon Diri Purnatugas di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (11/2/2019) malam.
Gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo itu mengatakan selama 10 tahun mengabdi tidak lepas dari salah dan kekeliruan.
"Saya mohon maaf jika selama mengabdi ada kesalahan. Karena manusi tidak lepas dari salah dan keliru. Untuk yang baik-baik tentunya tak lepas dari ridho yang maha kuasa," kata Pakde Karwo di depan Forkopimda dan Bupati-Walikota se Jatim.
Selain Forkopimda, Bupati-Wakil Bupati dan Walikota-Wakil Walikota se Jatim, hadir juga dalam acara tersebut Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak.
"Keberhasilan saya memimpin Jawa Timur tidak lepas dari orang-orang hebat di sekeliling saya," kata Pakde Karwo.
Untuk diketahui, hari ini adalah hari terakhir bagi Soekarwo dan Saifullah Yusuf memimpin Jawa Timur. Selanjutnya kepemimpinan di Jatim bakal diemban oleh Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak selaku pemenang Pilkada Jawa Timur tahun 2018.
Khofifah dan Emil Dardak akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden terpilih Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (13/2/2019).
Kontributor : Achmad Ali
Baca Juga: Suap Proyek Air Minum, 3 Pejabat PUPR Kembalikan Uang Rp1,7 Miliar ke KPK
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara