Suara.com - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menghentikan perjalanannya saat melihat ada sekelompok warga yang menyambutnya dengan membawa spanduk dukungan untuk Capres Joko Widodo atau Jokowi. Dalam kesempatan itu, Sandiaga malah memberikan sorban kepada salah satu pendukung Jokowi.
Momen tersebut terjadi saat Sandiaga melakukan kampanye di Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (15/2/2019). Para pendukung Jokowi tak henti-hentinya meneriakkan Jokowi ke arah rombongan Sandiaga.
Saat itu Sandiaga langsung turun dari mobilnya untuk menghampiri kelompok warga tersebut dan menyalaminya satu per satu. Kemudian kala itu juga Sandiaga memberikan sorban ke salah satu warga.
"Terima kasih, terima kasih," kata Sandiaga kepada pendukung Jokowi.
Sandiaga pun langsung meninggalkan pendukung Jokowi untuk melanjutkan kegiatan kampanyenya. Dirinya sempat mengungkapkan kalau pesta demokrasi yang akan berlangsung pada April mendatang harus dihadirkan dengan suasana yang damai serta sejuk.
"Kampanye itu harus mempersatukan, bukan memecah belah, kita buat politik teletubbies, politik berpelukan. Yuk kita bikin pilpres ini pesta demokrasi yang menggembirakan," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat