Suara.com - Artis Sandy Tumiwa dan manajernya Mikhael ditangkap aparat kepolisian di Jakarta Selatan, karena kasus kepemilikan narkoba jenis sabu, Jumat (1/3) malam.
Tak hanya Sandy dan sang manajer, aparat kepolisian juga berhasil membekuk dua orang pemasok sabu kepada mereka yakni berinisial IF dan RM.
Wakapolres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Arie Ardian mengatakan, IF dan RM ditangkap setelah berhasil mendapat keterangan dari Sandy serta Mikhael.
Kepada polisi, IF dan RM mengakui Sandy Tumiwa memesan sabu dua hari sekali. Hal tersebut berlangsung sejak setahun terakhir.
“Sandy mengorder narkoba melalui telepon. Uang pembayarannya juga ditransfer, tapi ada yang diberikan tunai,” kata Arie Ardian di Mapolsek Menteng, Jakpus, Sabtu (2/3/2019).
Ia menjelaskan, Sandy Tumiwa kerap menghabiskan uang Rp 800 ribu untuk sekali membeli sabu seberat setengah gram.
Untuk diketahui, Sandy Tumiwa ditangkap personel Unit Narkoba Polsek Metro Menteng saat mengonsumsi sabu. Ia ditangkap bersama Mikhael Angelio Yandi Langke, manajernya.
Keduanya ditangkap di Hotel The Grove Jakarta Selatan, Jumat (1/3) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Kekinian,Sandy Tumiwa masih ditahan polisi.
Baca Juga: Fadli Zon Sebut Keluarga Sandiaga Dukung Jokowi karena Jadi Caleg Hanura
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!