Suara.com - Nagari Simawang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat diguyur hujan es pada Rabu (13/3/2019) sekitar pukul 19.45 WIB.
Hujan es tersebut membuat warga setempat gempar dan mengabadikan peristiwa tersebut.
Salah seorang tokoh masyarakat Nagari Simawang M. Nur Idris mengatakan, hujan es tersebut berlangsung selama 10 sampai dengan 15 menit. Hujan es terjadi saat warga tengah menunaikan Salat Isya.
"Karena suara hujan begitu keras dari biasanya warga pun melihat keluar rumah, dan ternyata hujan es, warga kemudian berbondong-bondong mengabadikan peristiwa alam tersebut dengan gawai miliknya," katanya.
Ia mengatakan, meski hujan es tersebut cukup lebat dan berlangsung dalam tempo lama, namun tidak ada laporan atas kerusakan yang diakibatkan oleh fenomena hujan es tersebut.
"Saya mengingatkan agar warga tetap waspada, karena Nagari Simawang termasuk di lokasi rawan bencana," katanya.
Firman Malin (40) Wali Jorong Darek mengatakan, hujan es tersebut terjadi di lima jorong di Nagari Simawang, yaitu di Jorong Darek, Jorong Piliang Bendang, Jorong Batu Limbak, Koto Gadang dan Pincuran Gadang.
Ia mengatakan, hujan es tersebut berlangsung sekitar 15 menit. Peristiwa langka tersebut bukan pertama kali terjadi di Simawang. Ia mengaku kejadian serupa telah terjadi beberapa kali di daerah itu.
“Dahulu pada tahun 80-an pernah terjadi, kemudian tiga tahun yang lalu juga terjadi, dan pada tahun kemarin juga terjadi hujan es di Simawang," ujarnya lagi.
Baca Juga: Heboh Hujan Es di Aceh, Ini Penjelasan Ilmiah dari BMKG
Ia mengatakan, meski hujan es tersebut terdengar cukup keras, namun tidak ada kerusakan yang terjadi. Ia mengimbau warga setempat agar selalu berhati-hati mengingat kondisi cuaca di Simawang tengah berubah-ubah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
Terkini
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Perpres Ojol Ditarget Terbit Akhir Agustus, Pemerintah Tinggal Harmonisasi
-
Sesaat Lagi Kick Off! Link Live Streaming Persib vs Bali United Malam Ini, Maung Bandung Juara?
-
Kasus Tambang Ilegal Tuban Meluas, Dua Nama Dilaporkan ke Polisi
-
Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 70 Orang, 14 Ribu Warga Manggarai Timur Pilih Mengungsi Mandiri
-
Geger Karnaval HUT RI, 3 Orang Jadi Tersangka Pemukulan Kapolsek dan Danramil Cicalengka
-
Perpres Ojol Diperluas, Tarif Antar Makanan dan Barang Bakal Diatur
-
Menimbang Operasional Koperasi: Cukup dengan Modal vs Model Bisnis Matang
-
Libatkan Anak Difabel, SBY Art Community Suarakan Pesan Perdamaian Lewat Seni Lukis
-
IHSG Diramalkan Capai 7000 di Kuartal III 2026