Suara.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menanggapi pernyataan Capres Prabowo Subianto saat debat keempat yang menyatakan dirinya lebih TNI dari banyak TNI. Megawati menilai pernyataan tersebut sudah terlewat batas.
Sebab, kata dia, TNI merupakan sebuah institusi sedangkan Prabowo adalah seorang manusia. Sehingga klaim Prabowo tidak bisa dibandingkan dengan TNI secara institusi.
"Jadi saya pikir wah, wah ketika beliau bilang saya ini TNI padahal perorangan kan artinya. Jadi lebih dari TNI, padahal TNI ini kan institusi loh," kata Megawati di kantor Ketua DPP PDIP, Selasa (2/4/2019).
"Waduh Mas Bowo iki kelewatan nih piye toh," ujarnya.
Megawati yang menonton sepanjang debat antara Jokowi dan Prabowo mengungkapkan bahwa kedua kandidat tersebut sama-sama ingin memperbaiki Indonesia yang baik. Namun, saat dengar Prabowo mengklaim lebih dari TNI, dia hanya bisa tertawa.
Dia mengaku tertawa karena sudah mengenal lama dengan Danjen Kopassus itu.
"Jadi saya ketawanya itu kenapa sampe Pak Prabowo itu kan memang saya kenal beliau kan. Orangnya seperti yang dia bilang, saya ini keturunan Banyumas dan Minahasa, jadi meletup tapi kan seneng guyon juga Bu, guyon ya guyon tapi kalau lagi emosi bup-bup gitu kan. Kalau belum kenal ya begitu," tutur Megawati.
Tag
Berita Terkait
-
Kampanye di Padang, Prabowo Apresiasi Dukungan Warga Sumbar
-
Kampanye di Padang, Banyak Pendukung Prabowo yang Tumbang
-
Pekikan Prabowo Presiden Menggema di Padang
-
Megawati Hadiri Penyerahan KTA ke Para Habib di Kantor DPP PDI Perjuangan
-
Lewat Pengeras Suara, Bawaslu Padang Larang Anak Diajak Kampanye Prabowo
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau