News / Nasional
Kamis, 04 April 2019 | 08:32 WIB
Pesawat tempur Sukhoi dukung latihan operasi penanggulangan ‎antiteror prajurit TNI sekitar Lapangan Banteng, Jakarta Pusat [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Tiga pesawat tempur diisukan menghalangi pesawat yang ditumpangi Capres Nomor Urut Nomor 02 Prabowo Subianto saat akan melakukan kampanye terbuka di Purwokerto, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Kabar tersebut dicuit dalam akun Twitter @marierteman, milik mantan Kasum TNI Letjen (Purn) JS Prabowo.

Dalam cuitannya, JS Prabowo menyebutkan pesawat yang ditumpangi Prabowo dihalangi saat akan berangkat, karena di ujung landasan pacu melintas tiga jet tempur.

"Info, Saat akan menuju Purwokerto (1/4) pswt yg ditumpangi @prabowo aborted take off krn saat akan take off diujung runway melintas 3 jet tempur. Pengaduan resmi + CVR akn disampaikan kpd dirjen perhubungan udara," cuitnya.

Tak hanya itu, dalam cuitan selanjutnya, JS Prabowo menyebut proses pendaratan pesawat juga sering diperlambat dan membuat jadwal kampanye Prabowo berantakan.

"Proses mendarat pun sering di perlambat 2-3 jam shg semua jadwal berantakan. Padahal jadwal waktu dan rute penerbangan sdh disampaikan 24 jam sebelum keberangkatan," tulisnya.

Cuitan tersebut kemudian mendapat bantahan dari Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Samyoga.

"Pernyataan itu tidak tepat," katanya seperti dilansir Antara, Kamis di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Bahkan, Samyoga mengklarifikasi cuitan JS Prabowo yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya.

Baca Juga: KLB Muntaber di Gorontalo Utara, Ratusan Orang Muntah dan Diare

"Apa yang disampaikan Pak JS Prabowo kurang tepat. Karena yang beliau sampaikan terjadi pada dua hari yang berbeda, dan dua-duanya sama sekali tidak melibatkan Sukhoi," kata Samyoga.

Samyoga kemudian menjelaskan tidak ada keterlibatan Sukhoi dalam peristiwa tersebut.

Samyoga mengungkapkan CN 235 Kalong Flight, posisi sudah take off dan berikutnya yang akan take off adalah pesawat 9HNYC onboard Prabowo Subianto pada Senin (1/4/2019) di landasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Menurutnya, saat pesawat 9HNYC diberikan release take off juga, kondisinya belum aman karena pesawat CN235 belum menuju cross wind (belum belok), sehingga pesawat 9HNYC abort take off untuk keamanan.

"Abort take off dilakukan oleh senior ATC karena sebelumnya yang handle masih junior ATC. Jadi, abort-nya 9HNYC karena masalah safety dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Sukhoi," papar Samyoga.

Samyoga kemudian menjelaskan rincian kronologis kejadian yang terjadi pada Selasa (2/4/2019):

Load More