Suara.com - Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong alias hoaks dan fitnah menjelang Pemilu 2019. Peryataan itu disampaikan TGB menyusul beredarnya video orasi dirinya terkait 'Jokowi Kalah di NTB' yang diedit oknum tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, persaiangan demokrasi harus dilakukan secara sportif tanpa harus menyebarluaskan hoaks di tengah masyarakat. TGB menanggap, penyebaran hoaks dan fitnah merupkan suatu hal yang memalukan.
"Saya berharap musyawarah demokrasi kita ini dapat kita jalani dengan baik dan sportif. Cukuplah membuat hoaks, fabrikasi berita dan fitnah. Memalukan," kata TGB saat dihubungi Suara.com, Kamis (4/4/2019).
Terkait tersebarluasnya video hasil editan yang merugikan dirinya tersebut, TGB belum berencana untuk melaporkan oknum tidak bertanggung jawab ke pihak kepolisian.
Sebelumnya TGB menegaskan bahwa video viral dirinya yang menyatakan Capres Petahana Joko Widodo atau Jokowi kalah telak di Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan hasil editan pihak tak bertanggung jawab.
TGB mengatakan, video asli dirinya dengan orasi di tempat dan waktu yang bersamaan itu seharusnya ada kata tahun 2014 sebelum pernyataan Jokowi kalah di NTB. Namun pada video yang beredar, kata 'tahun 2014' tersebut dihapus dan diganti dengan kalimat yel-yel untuk Jokowi.
"Ini aslinya kata 2014 dibuang ditambahkan di depannya yel-yel 2019," kata TGB.
Berita Terkait
-
Dikorek Atta Halilintar, Jokowi Ungkap Kenakalan Saat Remaja
-
Viral Video Jokowi Kalah di NTB, TGB: Video Itu Hasil Editan
-
Kampanye Ajak Istri, Jokowi Targetkan Menang 80 Persen di Banyumas
-
Digendong Jokowi saat Wawancara, Jan Ethes Ngoceh hingga Wartawan Tertawa
-
TKN: Pemilih Galau akan Pilih Jokowi - Ma'ruf
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat