Suara.com - Calon Wakil Presiden pasangan Jokowi, Maruf Amin diberikan nomor telepon dari perempuan berjilbab. Perempuan paruh baya bernama Suwanti. Suwanti juga sempat pamer kamera yang diklaimnya sebagai pemberian mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Suwanti menitipkan nomor teleponnya melalui Maruf Amin untuk diberikan kepada Calon Presiden Joko Widodo. Suwanti berharap, Jokowi akan menghubungi nomor miliknya tersebut di kemudian hari.
Ceritanya, Maruf Amin sedang melayani wawancara dengan media massa seusai menghadiri kampanye terbuka di Lapangan Marzuki Mahdi, Bogor, Jawa Barat, Jumat.
Tiba-tiba di tengah sesi wawancara, terdapat perempuan paruh baya yang diketahui namanya Suwanti, memotong wawancara seraya memohon agar bisa berfoto dengan Maruf Amin.
Suwanti yang mengenakan batik coklat dengan kerudung merah, terlihat membawa sebuah kamera digital kecil. Dia lalu meminta bantuan salah satu ajudan Maruf Amin bernama Imran untuk mengabadikan foto.
Imran tampak kesulitan menyalakan kamera digital milik Suwanti itu. Suwanti kemudian berseloroh.
"Masa nggak ngerti. Ini Ahok lho yang belikan."
Namun kamera Suwanti tidak kunjung menyala. Ternyata baru diketahui kamera itu kehabisan baterai dan Suwanti pun gagal berfoto dengan Maruf Amin.
Akhirnya, Suwanti menyerahkan secarik kertas kecil bertuliskan nomor teleponnya kepada Maruf Amin. Dia berharap nomor itu diteruskan kepada Jokowi.
Baca Juga: Maruf Amin Sebut Ahok Harus Dihabisi, Hanum Rais: Bahasanya Memecah Belah
"Ini nomor telepon saya, biar Pak Jokowi memanggil (menelepon) saya," pesan Suwanti kepada Maruf Amin.
Maruf Amin sendiri tampak tersenyum melayani seluruh permintaan Suwanti. (Antara)
Berita Terkait
-
Maruf Amin Pakai Hoodie dan Sorban Ajak Nyanyi Penonton Kampanye
-
Server KPU Menangkan Jokowi, Maruf Amin: Kalau Kalah yang Dipersalahkan KPU
-
Prabowo Minta Pendukung Jaga TPS dari Pemilih Tuyul, TKN: Nggak Perlu Cemas
-
Sejumlah Legenda dan Ikon Olahraga Nasional Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf
-
Kampanye di Garut, Maruf Amin: Dulu Kalah, Serang Harus Menang
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat
-
Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham
-
Kisah Sitti Fatimah Dorong Anaknya ke Laut Saat KMP Mutiara Sentosa Terbakar
-
Tips Memilih Smartwatch GPS untuk Trail Running, Ini 4 Rekomendasi Terbaiknya
-
Acer Day 2026 Bawa Swift Air 14 AI, Laptop AI Tipis dengan Performa Intel Core Ultra
-
Eternal Sunshine of the Spotless Mind: Saat Kenangan Tak Bisa Sepenuhnya Hilang
-
7 Cara Membersihkan Sunscreen Waterproof agar Tidak Menyumbat Pori
-
Mata Langit Satelit Lampung-1: Ambisi Gubernur Mirza Bawa Lampung ke Era Angkasa Tanpa APBD
-
Skenario Lolos Timnas Indonesia: Tak Ada Pilihan Selain Menang atas Singapura