Suara.com - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto meminta pendukungnya menjaga semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pemilu 2019. Seruan itu guna mengantisipasi kecurangan saat Pemilu Serentak pada 17 April mendatang.
Terkait seruan ini, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga meminta Prabowo tak perlu cemas.
Terlebih kekhawatiran adanya pemilih 'hantu' dan 'tuyul' yang datang ke TPS seperti yang disampaikan Prabowo saat kampenye di kawasan wisata Danau Cimpago, Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/4/2019).
"Saksi partai itu ada, saksi koalisi dari PKS, PAN, dan Gerindra ada. Mereka jadi saksi juga dengan presidennya mereka, capres mereka. Manfaatkan itu enggak usah dikhawatirkan," ujar Arya di Resto Ajag Ijig, Jakarta, Kamis (4/4/2019).
Arya menambahkan, saat pencoblosan di TPS, akan ada banyak saksi yang akan hadir. Baik itu dari koalisi pendukung Prabowo - Sandiaga maupun Jokowi - Ma'ruf Amin.
"Dengan adanya parpol yang terlibat dalam Pemilu kali ini, koalisi kami ada 10 nanti ditambah mereka ada 5 jadi ada 15. Silakan gabungkan ini jadi saksi. Enggak ada yang perlu dikhawatirkan, karena ada saksi dari masing-masing partai dan capres. Manfaatkan itu enggak usah dikhawatirkan," ucap Arya.
Lebih lanjut, Arya meminta kubu Prabowo untuk tidak menggunakan sistem manual saat penghitungan suara dimulai. Namun menggunakan teknologi yang nantinya dapat mempercepat pengiriman informasi.
"Data dari setiap TPS, kita saja menggunakan aplikasi yang nantinya setiap lawan bisa memfoto disamping saksi kita, bisa memfoto hasil-hasil per TPS," tutur Arya.
"Walau bukan sebagai dokumen asli, tapi paling tidak jadi sebuah pembanding angka. Pembanding kalau nanti bisa dibuktikan dengan adanya saksi secara digital, kita punya alat sebagai pembanding saksi manual kita juga punya bukti akumulasi surat suara," jelasnya.
Baca Juga: Sebelum Tusuk Empat Polisi, Terduga Teroris Salim Pura-Pura Serahkan Diri
Sebelumnya, saat kampanye di kawasan wisata Danau Cimpago, Prabowo meminta semua relawan dan pendukungnya menjaga semua TPS untuk mengantisipasi kecurangan saat Pemilu pada 17 April 2019.
"Saudara-saudara semua, 17 April nanti mari jaga TPS-TPS. Jangan sampai ada hantu-hantu mau memilih, jangan sampai ada tuyul-tuyul yang datang, jangan sampai ada orang mati datang ke TPS," kata Prabowo.
Berita Terkait
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP
-
Suka Phantom Lawyer? Ini 7 Drama Korea tentang Hantu yang Tak Kalah Seru
-
Sampaikan Laporan Akhir ke Prabowo, Komisi Reformasi Polri Serahkan Berkas 3.000 Halaman
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz