Suara.com - Legislator Argentina Hector Olivares tewas tiga hari setelah terluka parah dalam sebuah serangan senjata yang menewaskan seorang pejabat provinsi, kata seorang pejabat Senat, Minggu (12/5/2019).
Penjabat Presiden Senat Federico Pinedo mengatakan, Olivares meninggal karena luka-lukanya pada hari sebelumnya.
"Sungguh menyakitkan kematian Deputi Olivares," kata Pinedo seperti dilansir dari VOA, Senin (13/5/2019).
Presiden Mauricio Macri menetapkan masa berkabung nasional selama 48 jam.
Setidaknya enam orang telah ditahan dalam apa yang disebut sebagai serangan "gaya mafia" pada Kamis yang mengejutkan Argentina.
Para pejabat mengatakan dua pria bersenjata dalam sebuah tembakan mobil yang diparkir melukai Olivares dan membunuh Miguel Marcelo Yadon di dekat gedung kongres negara di Buenos Aires Aires.
Olivares, anggota partai Radical Civic Union yang pro-pemerintah, mewakili provinsi La Rioja di Kamar Deputi, majelis rendah kongres. Yadon bekerja untuk sistem transportasi listrik federal La Rioja.
Pihak berwenang mengatakan para penyelidik sedang bekerja untuk menentukan motif.
Baca Juga: Tragedi Mei 1998: Isu SARA, Kerusuhan Massal sampai Penembakan Mahasiswa
Berita Terkait
-
Ramadan 2019, Ini Negara dengan Durasi Puasa Terlama dan Tersingkat
-
Argentina dan Brasil Petik Kemenangan di Laga Uji Coba
-
Messi Tak Main Lawan Maroko, Argentina Bakal Rugi Rp 7,2 Miliar
-
Tak Perkuat Argentina, Maroko Minta Kejelasan Soal Cedera Lionel Messi
-
Video: Gocekan Maut Lionel Messi Lewati Tiga Pemain Venezuela
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok