Suara.com - Hari raya lebaran hanya tinggal menghitung hari, namun dua kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten malah terendam banjir akibat hujan lebat yang melanda daerah itu.
“Kami belum menerima laporan jumlah rumah warga yang terendam banjir juga korban jiwa,” kata Kepala Seksi Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Bernardi, Jumat (31/5/2019).
Banjir yang merendam dua kecamatan itu antara lain Kecamatan Sobang dan tersebar di Desa Ciparasi dan Sukajaya, serta Kecamatan Leuwidamar tersebar di Desa Lebak Pariang, Leuwidamar dan Wantisari.
Hujan berlangsung sejak pukul 20.00 WIB dan kemungkinan banjir terus melanda sejumlah desa lainnya.
“Kami sudah memerintahkan relawan kecamatan agar melakukan evakuasi guna membantu korban banjir,” ucapnya.
Menurut dia, banjir yang merendam sejumlah desa di dua kecamatan itu akibat luapan sejumlah sungai. Pihaknya sejauh ini belum terjun ke lapangan.
Berdasarkan informasi dari relawan, ketinggian air mencapai satu meter. Namun, tidak tertutup kemungkinan volume banjir terus meningkat, sehubungan hujan masih berlangsung.
“Kami berharap warga yang terdampak banjir agar waspada dan segera menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman,” katanya.
Ia mengatakan, saat ini hujan lebat terjadi di kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNHGS) sebagai hulu sungai Ciberang dan Cisimeut.
Baca Juga: Aneh, Busa Misterius Tiba-tiba Muncul dan Banjiri Jalanan
“Kami akan bergerak besok pagi untuk menyalurkan bantuan evakuasi dan penyaluran logistik,” pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT