Lalu suatu hari, menurut keterangan pengadilan, Tim tiba-tiba mengamuk ketika melihat Nahtahn, anaknya yang berusia enam tahun, bermain-main dengan stopkontak di rumah.
Dia membunuh bocah itu, hingga kemudian memutuskan untuk mencekik empat anak lainnya: Elaine (1), Gabriel (2), Elias (7), dan Mera (8).
Tim membungkus mayat anak-anaknya dengan plastik, memasukkannya ke dalam mobil, dan berkeliling selama sembilan hari. Lalu ia meninggalkan jasad para korban di pedesaan Alabama.
Dia ditangkap saat berhenti di Mississippi, setelah seorang petugas kepolisian mencium 'bau kematian' dari mobil TIm.
Tim mengaku tidak bersalah dengan alasan penyakit jiwa. Menurut tim pembela pun, dirinya menderita skizofrenia yang tidak terdiagnosis, penyakit mental yang juga menimpa ibunya.
Selain itu, mereka mengatakan bahwa Tim terguncang ketika ditinggal istrinya demi seorang tetangga yang masih remaja.
Berita Terkait
-
Diduga Makar, Pria AS Terancam Hukuman Mati di Vietnam
-
Wartawan Otomotif Hilang Selepas Uji Honda CB1000R
-
Crane Jatuh dan Timpa Apartemen, 1 Tewas dan Lukai 6 Orang
-
Tikam Anak Sendiri hingga Tewas, Mantan Diplomat Jepang Jelaskan Sebabnya
-
Lumuri Pacar dengan Saus Saat Tidur, Pria Ini Ditangkap Polisi
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!