Suara.com - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat (14/6/2019) menyerukan penyelidikan secara independen guna mencari fakta sekaligus pelaku serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman pekan ini.
Amerika Serikat menuding Iran atas serangan tersebut, namun hal itu dibantah oleh Teheran. Di tengah peningkatan ketegangan, Guterres mengatakan dirinya bersedia menjadi mediator jika kedua belah pihak sepakat, namun dirinya menambahkan bahwa "untuk saat ini kami tidak melihat adanya kemungkinan mekanisme dialog."
Baik Teheran maupun AS mengatakan mereka tidak tertarik untuk memulai perang namun ini tidak banyak membantu untuk meredakan kekhawatiran bahwa dua musuh tersebut dapat terseret ke dalam konflik. Guterres menuturkan dunia dunia tidak mampu menopang konfrontasi baru di Teluk.
"Sangat penting untuk mengetahui kebenaran dan sangat penting bahwa tanggung jawab diklarifikasi. Jelas itu hanya dapat dilakukan jika ada lembaga independen yang memverifikasi fakta-fakta tersebut," kata dia kepada awak media seperti dikutip Antara dari Reuters, Sabtu (15/6/2019).
Pihaknya juga meyakini hanya Dewan Keamanan yang dapat memerintahkan penyelidikan PBB.
Menurut juru bicara PBB, Stephane Dujarric kepala urusan politik PBB Rosemary DiCarlo telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif pada Jumat di sela-sela pertemuan Dewan Kerja Sama Shanghai di Kirgizstan. Ia menambahkan bahwa Guterres beserta stafnya sudah menghubungi sejumlah negara terkait untuk mengatakan kepada mereka mengenai perlunya menghindari eskalasi apapun.
Guterres, yang mengecam serangan terhadap tanker, berbicara bersama Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit sesudah pertemuan keduanya pada Jumat.
Berita Terkait
-
AS Tuding Iran di Balik Serangan 2 Tanker Minyak di Teluk Oman
-
Pertamina dan PT Soechi Didesak Bertanggungjawab Kasus Kapal Tanker Bocor
-
Kapal Tanker Pengangkut CPO Hilang Misterius di Perairan Ujung Karawang
-
Kapal Tanker Aventador Meledak di Perairan Batam, 5 ABK Dievakuasi
-
BULL Cari Dana Rp 351 Miliar dari Rights Issue
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung