Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum melantik pejabat untuk menduduki kursi Kepala Dinas Perindustrian dan Energi. Sebab, Anies berencana meleburkan dinas tersebut menjadi bagian dari dinas lainnya.
Menurut Anies, saat ini peleburan tersebut sedang dalam tahap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah atau raperda. Karena itu ia belum memutuskan untuk melelang jabatan Kepala Dinas PE.
”Dinas PE itu sedang ada pembahasan Raperda reorganisasi. Jadi karena itu kami tahan dulu sampai nanti perdanya selesai," ujar Anies seusai melantik 16 pejabat Dinas DKI Jakarta di Balai Kota, Senin (8/7/2019).
Anies mengatakan, nantinya memasukkan urusan Perindustrian ke Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Sementara untuk bagian Energi akan menjadi bagian dari Dinas Lingkungan Hidup (LH).
"Nantinya Perindustrian akan digabungkan dengan UMKM, dan Energi akan digabungkan dengan LH," kata Anies.
Setelah perda yang mengatur hal tersebut rampung, Anies mengatakan segera membuka lelang jabatan untuk urusan perindustrian dan energi. Nantinya akan dilakukan seleksi seperti pemeriksaan rekam jejak.
"Ketika mereka mengikuti proses seleksi maka rekam jejak mereka diulas. Rekam jejak itu salah satunya adalah pelaksanaan program," kata Anies.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi