Suara.com - Sebanyak 16 pejabat akan menempatkan berbagai posisi baru di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Para pejabat tersebut akan dilantik langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswesan siang ini.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Chaidir mengatakan jabatan yang baru akan diisi tersebut merupakan hasil seleksi lelang jabatan sejak 4 Maret 2019 lalu. Menurutnya, proses lelang tersebut sudah selesai dan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
"Iya hasil seleksi lelang, sudah turun dari KASN sudah oke rekomendasinya udah siap untuk dilantik," ujar Chaidir saat dihubungi, Senin (8/7/2019).
Berbagai posisi strategis nantinya akan dilantik untuk ditempati para pejabat terpilih di Balai Kota pukul 13.00 WIB. Menurut Chaidir posisi yang ditempati seperti Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Biro ,dan Wakilnya.
"Campuran kepala badan kepala dinas dan kepala biro wakil kepala dinas," kata Chaidir.
Seperti diketahui, 16 jabatan yang akan dilelang tersebut adalah dampak dari rotasi 1.125 jabatan yang dilantik pada Senin (24/2/2019) kemarin di Lapangan Balai Kota, Jakarta.
Berikut daftar jabatan yang akan dilelang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta:
1. Kepala Badan Pengelola Aset Daerah DKI Jakarta
2. Kepala Badan Pengelola Badan Usaha Milik Daerah DKI Jakarta
3. Kepala Badan Kesatuan dan Politik DKI Jakarta
4. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta
5. Kepala Dinas Sumber Daya Air Jakarta DKI Jakarta
6. Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang DKI Jakarta
7. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
8. Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta
9. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta
10. Kepala Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta
11. Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta
12. Kepala Biro Administrasi DKI Jakarta
13. Direktur Utama RS Pasar Rebo
14. Direktur Utama RS Cengkareng
15. Wakil Kepala Badan Pendapatan dan Retribusi Daerah DKI Jakarta
16. Sekretaris Kota Jakarta Selatan
Baca Juga: Sering Kebakaran, Anies Akan Inspeksi Jaringan Listrik Pemukiman se-Jakarta
Berita Terkait
-
Sering Kebakaran, Anies Akan Inspeksi Jaringan Listrik Pemukiman se-Jakarta
-
5 Imbauan Anies Agar Kualitas Udara Jakarta Segar
-
Darurat Polusi, Pemprov DKI Akan Tambah Alat Ukur Kualitas Udara di Jakarta
-
Terungkap! Anies Belum Punya Solusi Kongkret Atasi Udara Buruk Jakarta
-
Anies Sebut BPPT Offside Umumkan Ada Hujan Buatan Atasi Polusi Jakarta
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi