Suara.com - Permadi Arya alias Abu Janda menyindir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan soal pembongkaran instalasi Getah Getih. Menurutnya, Anies memberikan tanggapan yang aneh atas kritik soal material patung tersebut yang berasal dari bambu.
Patung Getah Getih kerap dianggap boros anggaran karena sudah rapuh dan bertahan hanya 11 bulan. Anies menganggap bambu dipilih karena tidak perlu impor seperti besi.
Jawaban Anies tersebut lantas dianggap aneh oleh Abu Janda. Ia mengungkapkannya lewat cuitannya melalui akun Twitter pribadinya, @permadiaktivis.
"Jawaban @aniesbaswedan kenapa pakai bambu: 'daripada pake besi impor dari Tiongkok," cuit Abu Janda seperti dikutip Suara.com, Sabtu (20/7/2019).
Mengetahui jawaban Anies tersebut, Abu Janda mengaku bingung harus bereaksi apa. Ia merasa tidak tahu dirinya atau Anies yang bodoh.
"Reaksi gue: 'ini gue yang goblok apa yang jawab yang goblok?,"kata Abu Janda.
Sebelumnya, Anies Baswedan menyangkal pembuatan patung getih getah dituding hanya membuang anggaran. Menurutnya pembuatan patung untuk memeriahkan Asian Games 2018 itu menguntungkan para petani bambu.
Ia mengaku sengaja memilih monumen yang terbuat dari bambu agar menguntungkan masyarakat dalam negeri. Menurutnya jika mengambil material seperti besi, maka harus mengimpor dan menguntungkan pihak luar negeri.
"Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil," ujar Anies di Balai Kota, Jumat (19/7/2019).
Baca Juga: Soal Instalasi Getah Getih, PSI Sindir Habis Gubernur Anies
Tag
Berita Terkait
-
Soal Instalasi Getah Getih, PSI Sindir Habis Gubernur Anies
-
Seniman Getah Getih Sebut Biaya Rp 300 Juta, Anies: Setahu Saya Rp 550 Juta
-
Polemik Instalasi Getah Getih, Anies: Kalau Pilih Besi Impor Dari Tiongkok
-
Anies Baswedan: Kita Belum Bisa Umumkan Jakarta Jadi Tuan Rumah Formula E
-
Soal Bambu Getah Getih, Rachel Maryam: Bukannya Desainernya Pecinta Ahok?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis