Suara.com - Mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif dikabarkan jatuh sakit dan harus diopname di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Yogyakarta sejak Selasa (24/7/2019).
Melalui pesan singkat, Sabtu (27/7/2019), Buya Syafii memberikan kabar mengenai kondisi kesehatannya yang sudah berangsur membaik.
Buya Syafii mengucapkan terima kasih kepada sejumlah sahabat yang memberi dukungan kepadanya. Dirinya menyebut operasi yang dijalaninya berjalan lancar.
"Para sahabat yang mulia, terima kasih atas segala doa dan perhatian terhadap sakit yang saya alami sejak Selasa 23 Juli ini. Penembakan tiga batu ginjal bagian kanan sebanyak 3.596 kali pada Jumat malam 26 Juli telah berhasil dengan baik di RS AU Hardjolukito di bawah pimpinan urulog Dr Nur yang baik hati," ucap Buya Syafii.
Tak ketinggalan, Buya Syafii turut berterima kasih kepada sejumlah tokoh yang memberinya karangan bunga, mulai dari Presiden Jokowi, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuono X, dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
"Terima kasih yang tulus dari saya sekeluarga atas kiriman karangan bunga dari Presiden Jokowi, Sultan Hamengkubuwono X, Jeffrie Geovanie, Relawan, Ir BTP, dan PD Indonesia Tionghoa," sambungnya.
Buya Syafii juga turut menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan dari banyak pihak kepadanya.
"Ada juga kiriman buah-buahan dari banyak pihak. Saya terima rasa syukur yang mendalam. Semoga Allah membalas segala kebaikan para sahabat semua. Amin," imbuh Buya Safii.
Baca Juga: Jatuh Sakit, Buya Syafii Maarif Dirawat di RS PKU Muhammadiyah
Berita Terkait
-
SBY Bakal Aktif Lagi di Politik dan Temui Jokowi Awal Agustus 2019
-
Gerindra Sebut Pertemuan Megawati - Prabowo Sebagai Semangat Rekonsiliasi
-
Resmi Bubar, Jokowi: Terima Kasih Kerja Keras Nonstop TKN
-
Pimpin Pembubaran TKN, Jokowi: Belum Bahas Penambahan Koalisi
-
Gunung Tangkuban Perahu Muntahkan Abu Vulkanik, Jokowi: Warga Tetap Waspada
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan