Suara.com - Akad kredit rumah DP 0 rupiah diperkirakan beres pertengahan Agustus 2019. Kepala UPT Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera DKI Jakarta Dzikran Kurniawan mengatakan proses akad kredit ini butuh waktu.
Dia menjelaskan Bank DKI juga membutuhkan waktu untuk mengurus administrasi.
"Kami target secepatnya. Akan tetapi, informasi Bank DKI membutuhkan waktu sekitar dua mingguan. Kemungkinan pertengahan atau akhir Agustus sudah bisa akad," kata Dzikran Kurniawan saat dihubungi, Senin (29/7/2019).
Warga DKI Jakarta yang dinyatakan lolos verifikasi tengah menjalani pengajuan permohonan kredit untuk mendapat hunian DP 0 rupiah yang dibuka pada tanggal 27 Juli hingga 4 Agustus 2019.
Meski demikian, berdasarkan pantauan di lokasi hunian DP 0 rupiah yang berada di Klapa Village, Jakarta, masih terlihat sejumlah warga yang mencari informasi mengenai program hunian murah dari Pemprov DKI Jakarta tersebut.
"Kalau yang mau nanya silakan saja. Sebenarnya di media dan website juga sudah ada. Cuma kalau masyarakat mau nanya dan lihat langsung kepada tim, kami nggak masalah juga," ujarnya.
Dzikran Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya akan mendata warga yang datang untuk menanyakan informasi mengenai hunian DP 0 rupiah tersebut.
"Kami lihat dahulu, yang penting mereka dicatat dahulu nomor kontak, nama, dan tempat tinggalnya. Kalau nanti ada pembukaan, langsung diinformasikan," imbuhnya. (Antara)
Baca Juga: Peminat Rumah DP 0 Rupiah Punya Mobil Mewah, Nasdem: Itu Mafia
Berita Terkait
-
Peminat Rumah DP 0 Rupiah Punya Mobil Mewah, Nasdem: Itu Mafia
-
Sebanyak 1.790 Warga DKI Jakarta Lolos Seleksi Rumah DP 0 Rupiah
-
Anies Pastikan Agustus 2019 Mulai Akad Jual Beli Rumah DP 0 Rupiah
-
Melihat Isi Rumah DP 0 Persen di Pondok Kelapa, Sebentar Lagi Dijual!
-
Daftar Harga Rumah DP 0 Rupiah Pondok Kepala, Paling Mahal Rp 300 Jutaan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT