Suara.com - Pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi direncanakan akan berlangsung awal Agustus 2019. Apakah, Jumat (2/8/2019) hari ini?
Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mengatakan pertemuan SBY dan Jokowi belum dijadwalkan hari ini. Demokrat masih menjadwalkan pertemuan itu.
"Belum," kata Syarief Hasan saat dihubungi di Jakarta, Jumat pagi.
SBY akan bertemu dengan Jokowi pada awal bulan Agustus 2019. Pertemuan itu disebut dalam rangka membangun persatuan Indonesia. Syarief menuturkan, SBY akan aktif ke dunia politik serta melakukan kunjungan-kunjungan ke sejumlah elite politik.
"Pak SBY sudah memberikan penegasan, beliau akan aktif kembali, sekalipun mengamati kondisi terkini tentunya akan menjadi komunikasi-komunikasi dengan presiden tepiilih dan diyakini akan dilakukan dalam waktu yang tidak lama lagi, katakanlah awal Agustus," kata Syarief di D'consulate Resto & Lounge, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7/2019) lalu.
Persamuhan antara SBY dengan Jokowi, kata Syarief, akan membicarakan formula guna membawa Indonesia ke depannya lebih baik. Dalam hal ini, lima tahun kedepan pemerintahan Jokowi - Maruf Amin.
"Kita harapkan demikian tinggal ada 2 bulan, waktu memformulasikan 5 tahun ke depan," sambungnya.
Kekinian pihak Demokrat tengah menjalin komunikasi dengan seluruh partai. Sehingga, ia belum dapat memastikan apakah partainya akan gabung ke koalisi pemerintah atau berada di barisan oposisi.
"Kami lalukan komunikasi dengan semua partai-partai politik, PDIP, Gerindra hampir dipastikan dimanapun kita harus jalin," tutup Syarief.
Baca Juga: SBY Akan Bertemu Jokowi, PKS: Jangan untuk Kepentingan Kelompok
Berita Terkait
-
Orang Dekat Prabowo Kirim Surat ke Jokowi soal Ibu Kota Negara Dipindah
-
Doa Kebangsaan, Jokowi: Seberat Apa pun Tantangan, Insyaallah Kita Atasi
-
Gelar Doa Kebangsaan di Istana, Jokowi Undang Ulama dan Tokoh Ormas
-
Jokowi Undang Pengurus PBB ke Istana, Yusril: Enggak Bicara Kabinet
-
PDI Perjuangan Setuju Jaksa Agung Bukan dari Partai Politik Lagi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK