Suara.com - Sekitar 100 sekolah di DKI Jakarta telah dipasangi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau panel surya (solar panel). Program tersebut bertujuan memperbaiki kualitas udara di Jakarta.
Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono. Ia menyebut salah satu sekolah yang dipasang panel surya adalah SMP 1 Cikini, Jakarta Pusat.
"Kalau 100 ada lah (sekolah terpasang solar panel). Kamu ke SMP 1 saja, SMP 1 Cikini kamu lihat," ujar Ratiyono saat dihubungi, Selasa (6/8/2019).
Ratiyono mengatakan kebijakan tersebut sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Ia berharap ke depannya semua sekolah di Jakarta akan menggunakan panel surya.
"Kalau bisa dalam waktu dekat ya semuanya," kata Ratiyono.
Ia mengakui belum banyak sekolah di DKI Jakarta yang menggunakan panel surya. Ratiyono menyebut tidak ada permasalahan di sekolah selama menggunakan pembangkit listrik itu. Menurutnya pembangkit tersebut bisa dipakai setiap hari.
"Ya dipakai 24 jam. kalau malam nggak ngisi, nggak ada sinar matahari," katanya.
Berita Terkait
-
Antisipasi Mati Listrik, Pemkot Surabaya Tambah Solar Cell di Traffic Light
-
Pasang Panel Surya Bisa Irit Tagihan Listrik
-
JSKY Luncurkan Modul Surya Diklaim Berbobot Teringan di Dunia
-
Startup Ini Kembangkan Teknologi Agar Tarif Listrik Hanya Rp 1
-
Greenpeace Tagih Janji Kampanye Anies Bangun Atap Panel Surya di Jakarta
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar
-
Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos
-
Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus
-
Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait
-
SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten
-
Mencekam Hantavirus di Kapal MV Hondius, dari Pasien Kritis Sempat Didiagnosis Cuma Mengalami Stres
-
Minta Maaf ke Siswa SMAN 1 Pontianak, Hetifah Sjaifudian Perjuangkan Tanding Ulang LCC 4 Pilar
-
Datang ke RSCM, Oditur Militer Pulang Tanpa Bisa Temui Andrie Yunus
-
Usut Korupsi Outsourcing Pekalongan, KPK Cecar Ryan Savero Soal Aliran Uang ke Fadia Arafiq