Suara.com - Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyebut uang Rp 2 miliar yang tercatat dalam bukti transfer yang disita dalam operasi tangkap tangan atau OTT di Jakarta pada Rabu malam hingga Kamis (8/8) dini hari untuk seorang anggota DPR RI terkait impor bawang putih.
"Uang diduga rencana diberikan untuk seorang anggota DPR RI dari komisi yang bertugas di bidang perdagangan, perindustrian, investasi dan lain-lain," kata Febri di gedung KPK, Kamis (8/8/2019) pagi.
Dalam operasi senyap tersebut, KPK menangkap 11 orang. Mereka salah satunya adalah orang kepercayaan seorang anggota DPR RI. Ditemukan juga bukti transfer sekitar Rp 2 miliar terkait dugaan suap import bawang putih.
"Tim KPK mengamankan bukti transfer sekitar Rp 2 miliar," kata Ketua KPK Agus Rahardjo.
Selain bukti transfer Rp 2 miliar, KPK juga menyita sejumlah uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat.
"Itu kami juga temukan sejumlah mata uang asing berupa USD yang masih dalam proses perhitungan dan penelusuran," ungkap Agus.
Dari keterangan Agus, 11 orang yang ditangkap terdiri dari berbagai unsur. Mulai dari orang kepercayaan anggota DPR RI, hingga unsur swasta yakni pengusaha importir.
Untuk perkembangan penanganan perkara ini akan disampaikan dalam konferensi pers.
"KPK diberikan waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status perkara ini, apakah ditingkatkan ke Penyidikan dan siapa saja yang menjadi tersangka," imbuh Agus.
Baca Juga: OTT di Jakarta, KPK Sita Uang Asing dan Bukti Transfer Rp 2 Miliar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor