Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengakui jika banyak masalah terkait persoalan impor bawang dan kebutuhan pokok lainnya. Pernyataan itu menanggapi OTT KPK terkait dugaan suap impor bawang putih.
Dalam operasi senyap itu, KPK turut menemukan barang bukti transfer senilai Rp 2 miliar yang diduga diperuntukkan bagi anggota DPR RI.
Terkait itu, Fadli Zon mengatakan, permasalahan yang melanda impor kebutuhan pokok di Indonesia salah satunya ialah disebabkan oleh adanya pihak-pihak yang mencari untung sendiri dengan berburu rente.
"Ya kalau menurut saya impor-impor ini banyak masalah karena di dalam setiap impor itu seringkali terjadi perburuan rente. Perburuan rente itu terkait harga yang memang disparitasnya cukup tinggi dan menurut saya ini yang sebenarnya kami sangat sayangkan," ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Terkait OTT KPK itu, Fadli Zon mengaku belum mengetahui secara pasti siapa anggota DPR RI yang dimaksud KPK dalam temuan bukti transfer Rp 2 miliar tersebut.
"Ya nanti kita tunggu lah perkembangan selanjutnya sampai sejauh mana, apa yang terjadi. Nanti setelah ada pengumuman resmi nanti kita lihat. Saya sih belum tahu ya, baru dari berita aja," ujar Fadli.
Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, dalam OTT KPK di Jakarta yang digelar Rabu (7/8) malam sampai Kamis dini hari turut ditemukan bukti transfer uang Rp 2 miliar. Bukti transfer itu disebut untuk seorang anggota DPR RI terkait impor bawang putih.
"Uang diduga rencana diberikan untuk seorang anggota DPR RI dari komisi yang bertugas di bidang perdagangan, perindustrian, investasi dan lain-lain," kata Febri di gedung KPK, Kamis (8/8/2019) pagi.
Dalam operasi senyap tersebut, KPK menangkap 11 orang. Mereka salah satunya adalah orang kepercayaan dari seorang anggota DPR RI.
Baca Juga: Kasus Impor Bawang, KPK: Bukti Transfer Rp 2 M untuk Suap Anggota DPR RI
"Tim KPK mengamankan bukti transfer sekitar Rp 2 miliar," kata Ketua KPK Agus Rahardjo.
Selain bukti transfer Rp 2 miliar, KPK juga menyita sejumlah uang dalam bentuk dolar Amerika Serikat.
"Itu kami juga temukan sejumlah mata uang asing berupa USD yang masih dalam proses perhitungan dan penelusuran," ungkap Agus.
Dari keterangan Agus, 11 orang yang ditangkap terdiri dari berbagai unsur. Mulai dari orang kepercayaan anggota DPR RI, hingga unsur swasta yakni pengusaha importir.
Berita Terkait
-
Kasus Impor Bawang, KPK: Bukti Transfer Rp 2 M untuk Suap Anggota DPR RI
-
OTT di Jakarta, KPK Sita Uang Asing dan Bukti Transfer Rp 2 Miliar
-
11 Orang Ditangkap KPK di Jakarta, Terkait Impor Bawang Putih
-
DPR Desak PLN untuk Ungkap Penyebab Padamnya Listrik
-
Bayar Kompensasi dengan Potong Gaji Pegawai, Fadli Zon: PLN Tak Profesional
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?