-
Gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto mengakibatkan 38 orang meninggal dunia.
-
Pemerintah mencatat 6.899 warga masih mengungsi di 130 lokasi penampungan.
-
Krisis air bersih masih melanda lebih dari 43 ribu rumah tangga pascagempa.
Suara.com - Sebanyak 38 jiwa menghembuskan napas terakhir dan 6.899 warga terpaksa bermalam di pusat penampungan akibat gempa dahsyat yang mengguncang Kumamoto. Krisis pasokan air bersih kini menjadi ancaman nyata bagi puluhan ribu keluarga yang bertahan di tengah puing bangunan.
Markas besar penanggulangan bencana setempat mencatat jumlah korban jiwa tersebut bertahan sejak hari Minggu. Petugas mengonfirmasi angka kematian ini sudah mencakup satu warga yang terindikasi meninggal akibat komplikasi pascabencana.
Data resmi hingga Kamis pukul 07.30 waktu setempat menunjukkan para pengungsi kini tersebar di 130 titik penampungan darurat. Angka ini mencerminkan tingginya ketergantungan warga pada bantuan logistik pemerintah daerah.
Kehancuran fisik meluas hingga merusak 15.318 unit hunian warga di berbagai sudut wilayah. Sebanyak 699 bangunan di antaranya roboh total dan tak lagi bisa dihuni.
Penderitaan warga kian berat karena pemulihan fasilitas dasar yang berjalan lambat di area terdampak. Hingga Rabu pukul 14.00 waktu setempat, sekitar 43.710 rumah tangga masih terputus dari akses air bersih.
Pejabat Pemerintah Prefektur Kumamoto memaparkan kondisi terkini perihal data korban dan kerusakan akibat bencana ini.
"Pemerintah Prefektur Kumamoto mengonfirmasi 38 kematian akibat gempa bumi kuat pada 28 Juli, dengan sekitar 6.900 orang menginap di tempat pengungsian," tulis NHK, Kamis (6/8/2026).
Guncangan bermagnitudo 7,1 yang menghantam Kumamoto pada 28 Juli lalu memicu kerusakan infrastruktur masif di seluruh daerah. Pemerintah daerah sampai saat ini masih terus memobilisasi bantuan dan memprioritaskan pemulihan jalur distribusi air ke pemukiman.
Baca Juga: Cara Pesan Tiket Shinkansen untuk Liburan di Jepang, Kini Bisa Lebih Praktis dari Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek