Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap sejumlah orang terkait kasus suap dugaan impor bawang putih. Salah satu orang yang ditangkap adalah politikus PDI P Nyoman Dhamantra.
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayatit menanggapi perihal terkait adanya Nyoman Dhamantra yang menjabat sebagai anggota Komisi VI DPR RI tersebut. Penangkapan itu terjadi ketika PDI Perjuangan sedang menggelar Kongres V di Bali.
Meski belum mendapatkan kabar pasti terkait OTT yang dilakukan KPK, Djarot menceritakan pesan yang disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebelum acara kongres digelar.
Menurutnya, Megawati sudah mengingatkan agar kader banteng tak bermasalah dengan korupsi. Bahkan, kata dia, Megawati tak akan segan-segan memecat langsung kader PDIP yang terlibat korupsi.
"Tapi yang jelas semalem Bu Mega sudah ingetin betul kita antikorupsi. Kalau mereka ada yang seperti itu, itu bukan kader kita. Kalau dia nganu (korupsi) pecat ditempat," kata Djarot menyampaikan pesan Megawati.
Diketahui, KPK memastikan menangkap Nyoman Dhamantra. Nyoman Dhamantra adalah politisi PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi VI DPR.
Penangkapan dilakukan karena Nyoman Dhamantra diduga terlibat suap impor bawang putih. Nyoman Dhamantra ditangkap, Kamis siang.
Hal itu dijelaskan Juru bicara KPK Febri Diansyah dalam pernyataan persnya. Nyoman Dhamantra diyangkap di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.
"Tadi sudah diamankan 1 orang lagi," kata Febri.
Baca Juga: Nyoman Dharmanta Kena OTT KPK, Djarot: Pecat di Tempat!
Kini Nyoman Dhamantra sudah ada di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan terkait kasusnya tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal
-
Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan
-
Rangkul Homeless Media, Bakom Perkenalkan Mitra Baru New Media Forum
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor