Suara.com - Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjadi peserta upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 74 Republik Indonesia (RI) di Pantai Maju atau Pulau D hasil reklamasi terlihat tidak tertib saat upacara tengah berlangsung.
Para PNS lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI itu terlihat seliweran saat upacara. Bahkan, saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan selaku inspektur upacara sedang berpidato, para PNS itu tak kunjung berbaris.
Pantauan Suara.com di lokasi, hanya segelintir PNS yang berbaris sesuai tempat yang disediakan.
Sementara kebanyakan dari mereka asyik mengobrol, merokok, dan berfoto-foto di belakang barisan upacara. Padahal, mereka sedang mengikuti upacara tahunan peringatan HUT RI yang sakral.
Kejadian ini berlangsung tidak hanya saat Anies berpidato. Sejak awal upacara dimulai, bagian belakang barisan peserta upacara sudah tidak rapi.
Ketika pengibaran bendera, mengheningkan cipta, pembacaan proklamasi, pembacaan pancasila, hingga upacara berakhir, mereka masih seliweran. Upacara berakhir sekitar pukul 08.35 WIB.
Tidak ada teguran atau penertiban dari pihak Pemprov terhadap banyaknya PNS yang tidak tertib itu. Mereka hanya asik mojok di sekitar pagar lokasi upacara.
Sebelumnya, Anies menggelar upacara peringatan hari ulang tahun Indonesia ke 74 pada 17 Agustus mendatang di pulau hasil reklamasi. Ia mengimbau para PNS di lingkungan Pemprov DKI untuk ikut menghadiri upacara Bendara Merah Putih.
Hal tersebut diumumkan dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Upacara Pengibaran Bendera Dalam Rangka Peringatan HUT RI ke-74. Ingub itu diteken Anies pada 12 Agustus 2019.
Baca Juga: Peserta dan Anies Sudah Tiba di Lokasi Upacara di Pulau Reklamasi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran
-
Resmi! Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya: Dia Pelaku Utama
-
Jejak Kelam Taufik Hidayat: Mantan Istri Juga Pernah Disiksa, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Jakarta Rayakan HUT ke-499 dengan Komitmen Mengutamakan Kualitas Hidup Penduduk
-
Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi
-
KPK Cecar Presiden Borneo FC Nabil Husein Soal Aliran Uang Batu Bara Rita Widyasari