Suara.com - Upacara detik-detik penuturan bendera yang dilaksanakan di Istana Merdeka Jalan Merdeka Utara Jakarta menarik antusias ribuan warga Provinsi DKI Jakarta dan sekitar untuk menyaksikan agenda tersebut pada Sabtu (17/8/2019).
Antusiasme warga terlihat saat memadati Jalan Merdeka Utara hingga sekitar pintu masuk Monumen Nasional (Monas). Bahkan, diperkirakan jumlah masyarakat yang menyaksikan penurunan bendera itu lebih banyak dari detik-detik pengibaran bendera pada Sabtu pagi.
Kemeriahan tersebut semakin meriah, saat Presiden Joko Widodo menyambangi masyarakat yang berada di depan Istana Merdeka, bahkan sebagian warga foto bersama dengan Presiden.
Seorang warga asal Kota Bogor Risna mengatakan dirinya hanya mengikuti detik-detik pengibaran bendera melalui layar televisi.
"Kebetulan ada teman yang ajak untuk nonton penurunan bendera, sekaligus bermalam minggu di Monas," kata Risna seperti dilansir Antara.
Panitia HUT ke 71 RI tingkat kenegaraan menyiapkan satu unit layar lebar tepat di depan Istana Merdeka, atau sekitar 50 meter dari pintu masuk Monumen Nasional arah jalan Medan Merdeka Utara dan jalan Medan Merdeka Barat.
Sejak Sabtu siang jelang petang hari, terlihat antrean begitu padat di jembatan penyeberangan orang stasiun Juanda. Stasiun kereta api itu merupakan stasiun terdekat menuju kompleks istana merdeka Jakarta dan tugu Monas. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Ironi Galian Maut Manggarai: Proyek Cegah Tawuran, Tapi Renggut Nyawa Anak
-
Aktivis 98 Kritik Manajemen Politik Prabowo: Lamban, Bikin Rumit Situasi
-
Dudung Takziah ke Rumah Peserta SPPI yang Meninggal, Pastikan Pelatihan Fisik Dihapus!
-
Amankan 10 Orang dalam OTT, KPK Minta Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri
-
7 Alasan Hakim Andi Nilai Nadiem Makarim Seharusnya Divonis Bebas
-
Bekerja di Pub Belum Tentu Korban TPPO, Polisi Buru Pelaku Lain Kasus Eltras
-
Belajar dari Jepang hingga Belanda, Calon Manajer KDMP Butuh Skill Bisnis, Bukan Retret Fisik
-
Sasar Anak Main HP Depan Rumah, Penjambret di Kalideres Jual Curian Buat Beli Sabu!
-
Tak Terima Kliennya Divonis 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nadiem Akan Laporkan Majelis Hakim ke KY
-
BUMN Jadi Penampungan Tim Sukses? Berisiko Jadikan Perusahaan Pelat Merah Bebani Negara