Suara.com - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany menyatakan menolak revisi Undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi atau RUU KPK. Tsamara pun meyakini kalau sikapnya itu juga berlaku sama dengan partainya.
Tsamara mengatakan bahwa revisi UU KPK hanya menjadi kesempatan untuk melemahkan pemberantasan korupsi. Dengan demikian ia menegaskan untuk menolaknya.
"Kami menolak revisi UU KPK. Kita tahu bahwa upaya revisi ini adalah pintu untuk melemahkan pemberantasan korupsi di Indonesia," kata Tsamara melalui akun Twitter @TsamaraDKI pada Minggu (8/9/2019).
Namun, Tsamara sempat mendapatkan pertanyaan dari salah satu pengguna Twitter. Pengguna Twitter tersebut menanyakan soal PSI yang mendukung revisi tersebut.
"Tapi @psi_id dukung Revisi UU @KPK_RI gmn donk???," tanya akun @emerson_yuntho kepada Tsamara.
Menjawab pertanyaan itu, Tsamara mengatakan bahwa dirinya sudah membaca draft dari revisi UU KPK tersebut. Dari situ, Tsamara melihat ada upaya pelemahan KPK yang sangat kental.
"Sudah baca draftnya, jelas aroma pelemahan kental sekali. Insyaallah clear sikap PSI tak akan dukung," balas Tsamara.
Berita Terkait
-
Pegawai: Logo KPK akan Terus Ditutup Hingga RUU KPK Dicabut
-
Tolak Keras RUU, Pegawai KPK Tutup Gedung Merah Putih dengan Kain Hitam
-
RUU KPK Disebut Jadi Bukti Pemerintah Tak Dukung Pemberantasan Korupsi
-
Sudah Ada Audit Internal, Pimpinan KPK Tolak Pembentukan Dewan Pengawas
-
Pegawai dan Pimpinan KPK Tutup Gedung Merah Putih dengan Kain Hitam
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan
-
Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret
-
Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah
-
Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan
-
Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR
-
DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!