Suara.com - Sedikitnya 29 orang tewas di bagian utara Burkina Faso, yang bergejolak, pada Minggu --setelah konvoi makanan dan truk transportasi diserang, menurut pemerintah.
Seorang "teroris" menyerang konvoi makanan hingga menewaskan 14 warga sipil. Sementara itu, serangan terhadap truk transportasi dengan alat peledak di Provinsi Sanmatenga menewaskan 15 orang dan melukai enam orang lainnya, katanya dalam pernyataan terpisah.
"Drama ini berlangsung ketika upaya keamanan sedang dilakukan di kawasan ini," katanya. "Bala bantuan militer telah diterjunkan."
Burkina Faso, yang pernah menjadi kantong wilayah yang relatif damai di Sahel, menghadapi pemberontakan dalam negeri selama tiga tahun terakhir, yang diperparah dengan limpahan kekerasan garis keras dan kriminalitas dari negara tetangga berkonflik, Mali.
Kekerasan terbaru itu terjadi setelah serangan kelompok bersenjata pada Agustus, yang menewaskan 24 tentara, yang paling mematikan di negara Afrika Barat yang memerangi garis keras. (Reuters/Antara)
Berita Terkait
-
Gereja di Burkina Faso Kembali Diserang, 4 Warga Katolik Tewas
-
6 Orang Tewas Dalam Serangan Saat Misa Gereja Katolik di Burkina Faso
-
Dewan Keamanan PBB Kutuk Serangan Teroris di Burkina Faso
-
Tak Dapat Suaka, Ibu 2 Anak Asal Burkina Faso Tewas Membeku
-
Hotel Tempat Menginap Pasukan Prancis di Burkina Faso Diserbu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT