Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon kembali mencuitkan sebuah puisi di akun Twitter pribadinya @fadlizon, Jumat (20/9/19).
Puisi yang ia beri judul "Sajak Sepatu Kotor" itu diduga dicuitkan Fadli terkait kasus kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Puisi ini menyinggung sepatu kotor yang dipamerkan di tengah kebakaran. Berikut bait-baitnya:
Sajak Sepatu Kotor
sepasang sepatu
penuh tanah, debu dan kotoran
kau pamerkan di tengah kebakaran
ketika orang-orang tersiksa pengap
udara sesak bau menyengat
rakyat makin sekarat
melahap asap
sepasang sepatu kotor
monumen kerja rezim teledor
di tengah api terus menari
mengiri citra publikasi
seperti biasa
kau berjalan sendirian
mungkin mencari solusi persoalan
tapi masalah terus berbuah
seperti biasa
kau berpose yang sama
diikuti puluhan kamera
siap menangkap adegan sandiwara
sepasang sepatu kotor
adalah jawaban
dari kebakaran hutan
Baca Juga: Said Didu Pamer Sepatu Kotor, Warganet: Satire Keras
api gagal kau padamkan
teror kabut asap terus mencekam
Fadli Zon, 19 September 2019
Adanya unggahan ini lantas memancing komentar warganet dan membalas cuitan Fadli Zon.
Salah satu balasan ditulis oleh akun @Biono15, "Karya seni yang bagus, akan lebih bagus lagi kalau dilakukan karya nyata sebagai wakil rakyat."
Ada juga netter yang mencoba menghubungkan sajak Fadli Zon ini dengan revisi UU KPK dan RKUHP yang sedang memanas.
"Bapak Fadli Zon yang terhormat, bolehkah kiranya saya request puisi? Puisi politik Pak. Tentang Revisi UU KPK dan RKHUP," seperti yang dicuitkan akun @AhmadSrob.
Untuk diketahui, bahwa sebelumnya foto sepatu Presiden Jokowi yang sedang meninjau salah satu lokasi karhutla sempat viral dan menjadi perbincangan di jejaring sosial.
Foto ini menampilkan perbedaan yang mencolok pada sepatu yang digunakan oleh Jokowi, sebelum dan sesudah meninjau lokasi.
Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung bahkan mengunggah foto sepatu tersebut, di akun Instagram pribadinya pada 17 Desember 2019.
Berita Terkait
-
Bayari Tiket PP Pesawat, Wiranto Ditantang Tak Pakai Masker ke Riau
-
Kasus Kebakaran Hutan 249 Orang Jadi Tersangka dan 6 dari Korporasi
-
Satu Suara dengan Wiranto, Mabes Polri: Langit Riau Biru
-
RUU KUHP: Pelaku Makar dan Separatis Bisa Dihukum Mati
-
DPR Berharap 14 Program Siaran yang Diberi Sanksi oleh KPI Harus Berbenah
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan
-
Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil
-
Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK
-
Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'