Purbaya Janji Pertumbuhan Ekonomi RI Merata hingga Maluku dan Papua

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:56 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam kuliah umum di Acara Puncak Dies Natalis ke-11 Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN di Kampus PKN STAN, Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (10/7/2026). [Dok. Kemenkeu]
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan pemerataan pertumbuhan ekonomi Maluku dan Papua di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
  • BPS melaporkan pertumbuhan ekonomi Maluku dan Papua terendah sebesar 1,36 persen pada triwulan II 2026 akibat belum optimalnya sumber ekonomi.
  • Pemerintah berencana berkonsultasi dengan Bappenas dan menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi baru untuk mempercepat pembangunan wilayah tersebut.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan pertumbuhan ekonomi Indonesia merata hingga wilayah timur, khususnya Maluku dan Papua. Pasalnya dua wilayah tersebut menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling rendah dengan persentase 1,36 persen di triwulan II 2026.

Menkeu Purbaya mengakui kalau sumber pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Papua masih belum optimal. Dia akan konsultasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memastikan ekonomi di wilayah itu lebih cepat.

"Sumber pertumbuhan di sana memang belum optimal, kita akan lihat seperti apa. Saya akan konsultasi dengan Bappenas untuk memastikan pertumbuhan di sana lebih cepat," katanya saat Media Briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Jumat (7/8/2026).

Bendahara Negara tak menampik kalau pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Papua memang sudah lama terjadi beberapa waktu terakhir. Namun ada sebagian daerah seperti Maluku Utara yang ekonominya kencang karena sektor tambang.

"Enggak semua ya, daerah tertentu ya. Saya yakin yang Maluku Utara yang punya tambang pasti tumbuhnya kencang gitu. Tapi yang lain yang enggak punya itu mungkin lambat," lanjutnya.

Purbaya memastikan Maluku dan Papua akan diperhatikan Pemerintah. Ia bakal mempelajari lebih dalam dan membuka peluang menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi.

"Kita akan pelajari lebih dalam dan akan kita pastikan ada mesin pertumbuhan yang bisa dihidupkan," jelasnya.

Diketahui Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan kalau pertumbuhan ekonomi Pulau Maluku dan Papua menjadi yang terendah di kuartal kedua 2026 dengan persentase 1,36 persen. Angka ini turun dari triwulan II 2025 yang mencapai 3,26 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M Edy Mahmud menyebut sumber pertumbuhan utama Pulau Maluku dan Papua berasal dari industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Tapi jika dikaji lebih lanjut, pertumbuhan di wilayah ini didominasi dari Maluku Utara.

"Pertumbuhan ekonomi tertinggi di sumbang oleh Pulau Maluku Utara sebesar 2,98%," ungkap Edy dalam konferensi pers BPS, Rabu (5/8/2026).

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com