Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:55 WIB
Menjaga Bahasa hingga Kuliner, Upaya Perempuan Lampung Merawat Identitas Budaya. (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Organisasi Mighrul Lappung Bersatu mengukuhkan Dewan Pimpinan Wilayah DKI Jakarta periode 2026–2031 dengan Septriana Tangkary sebagai ketua.
  • Organisasi perempuan berdarah Lampung tersebut fokus melestarikan warisan budaya leluhur dan memperkuat kapasitas ekonomi di perantauan.
  • DPW DKI Jakarta dibentuk untuk memperluas jaringan serta mewariskan adat kepada generasi muda di luar daerah.

Suara.com - Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin urban dan beragam, perempuan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya, termasuk di lingkungan perantauan. Melalui keluarga dan komunitas, mereka menjadi pihak yang mewariskan bahasa, adat, hingga nilai-nilai yang membentuk identitas suatu daerah.

Gagasan itu menjadi salah satu semangat yang diusung Mighrul Lappung Bersatu saat mengukuhkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) DKI Jakarta periode 2026–2031. Organisasi yang mewadahi perempuan berdarah Lampung dari garis ayah itu menunjuk Septriana Tangkary sebagai ketua.

Septriana mengatakan amanah yang diterimanya bukan sekadar memimpin organisasi, tetapi juga menjaga warisan budaya Lampung agar tetap hidup di tengah masyarakat perantauan.

Menjaga Bahasa hingga Kuliner, Upaya Perempuan Lampung Merawat Identitas Budaya. (Dok. Istimewa)

"Kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Kekayaan budaya Lampung sangat luar biasa, mulai dari adat istiadat, bahasa, tari, musik tradisional, hingga kuliner khas," katanya saat pengukuhan di Jakarta.

Menurut Septriana, perempuan memiliki posisi strategis dalam mengenalkan budaya kepada anak-anak dan generasi muda. Karena itu, organisasi tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga wadah bagi perempuan Lampung untuk berkarya dan saling menguatkan.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Mighrul Lappung Bersatu, Dwita Ria Gunadi, mengatakan pelestarian budaya menjadi salah satu fokus organisasi sejak didirikan pada 2023.

Ia menjelaskan Mighrul Lappung Bersatu telah mendorong sejumlah program, di antaranya pelestarian bahasa dan aksara Lampung melalui kerja sama dengan Universitas Lampung, serta mendukung penggunaan bahasa dan wastra Lampung sesuai kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung.

"Kami berharap anak-anak Lampung tidak kehilangan jati diri, karena tugas Mighrul Lappung adalah mewariskan adat dan budaya kepada generasi muda," ujarnya.

Selain melestarikan budaya, organisasi ini juga ingin memperkuat kapasitas perempuan di bidang ekonomi, sosial, dan kreativitas. Menurut Septriana, pelestarian budaya akan lebih berkelanjutan jika perempuan memiliki ruang untuk berkembang dan berkontribusi di masyarakat.

Baca Juga: Kewirausahaan Menjadi Napas Kemiren: Desa Budaya Menjadi Inspirasi Dunia

Pengukuhan pengurus DPW DKI Jakarta menjadi bagian dari perluasan organisasi yang sebelumnya telah membentuk kepengurusan di 15 kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Melalui kehadirannya di Jakarta, Mighrul Lappung Bersatu berharap dapat memperkuat jejaring perempuan Lampung di perantauan sekaligus memastikan nilai-nilai budaya tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Load More