Suara.com - Anak Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka niat jadi politisi. Dia mengatakan alasannya terjun ke dunia politik tidak ada hubungannya dengan sang ayah.
Sebelumnya, Gibran menyerahkan sejumlah usaha yang dia rintis ke adiknya, Kaesang Pangarep. Hanya saja Gibran belum mau mengungkapkan alasannya beralih dari usaha kuliner ke dunia politik.
"Ya yang namanya bisnis kan bisa dijalankan orang lain, sekarang Kaesang sudah lulus, sudah bisa saya delegasikan ke Kaesang, minggu depan dia lulus," ujar Gibran ditemui dalam Jakarta Culinary Feastival di Jakarta, Minggu (7/10/2019) kemarin.
Terjun ke dunia poltik, Gibran mengaku tidak berdiskusi dengan sang ayah.
"Tidak ada hubungannya sama Bapak (Jokowi)," ujar dia.
Selain Makobar, jauh sebelumnya, Gibran telah memiliki usaha katering yang diberi nama Chili Pari. Pada Juni 2019, Gibran bersama adiknya Kaesang Pangarep, chef Arnold Poernomo dan Randy Julius Kartadinata membuka usaha kuliner berkonsep rice bowl yang diberi nama Mangkokku.
Tak lama setelah itu, pada Juli, Gibran membuka Goola, usaha kuliner minuman tradisional khas Indonesia, seperti Es Doger, Es Ketan Hitam dan Es Cincau dengan kemasan kekinian. Akhir September, Gibran telah mendaftarkan diri sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Solo.
Pada saat itu, Gibran menanyakan soal formulir pendaftaran untuk penjaringan bakal calon kepala daerah Kota Surakarta dari PDIP. Namun, saat ditanya soal rencana pendaftaran sebagai Wali kota Solo, Gibran enggan berkomentar.
"Ntar aja," jawabnya singkat.
Baca Juga: Fokus Jadi Politikus, Gibran Serahkan Bisnis ke Kaesang
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam